Bang Nadash
We are Creative Design and Branding, We Also Give you Information About Design & Printing - We Build Your Branding & Design it -
- Showcase -
- THE - Bang Nadash Blog YOU TAGLINE

“Kesulitan yang kita dapatkan, adalah bukti bahwa Allah selalu membersamai dan ia ingin melihat usaha kita lebih baik lagi” –Bang Nadash-

Dalam aktifitas ekonomi, kita mengenal istilah produksi, konsumsi dan distribusi. Dimana produksi, merupakan aktifitas menghasilkan atau menciptakan. Konsumsi, merupakan proses menggunakan atau memakai. Sedangkan distribusi, merupakan aktifitas menyebarluaskan atau menyampaikan.

Dari ketiga proses diatas, pada umumnya dua hal yang sering kita dapati memiliki proses yang cukup rumit, yakni produksi dan distribusi. Misalkan, kita menemukan ada pengusaha yang pandai memproduksi, namun kesulitan dalam hal distribusi. Sebagian pandai mendistribusi, namun kesulitan dalam hal produksi. Namun tidak sedikit yang mampu produksi-distribusi dengan baik, selama ia mau belajar dan mencoba.

Namun kali ini saya tidak membahas produksi-distribusi pada tema ekonomi. Saya ingin coba mengangkat dan menghubungkan proses distribusi ini dengan tema kebaikan, saya berikan judul distributor kebaikan. Seperti apakah seseorang dapat dikatakan sebagai distributor kebaikan? Lalu keuntungan apa yang akan didapatkan ketika terlibat didalam kegiatan tersebut (red ; distributor kebaikan).

Saya yakin, anda yang membaca artikel ini pernah atau mungkin saat ini sedang terlibat dalam mendistribusikan sebuah produk. Mudah atau sulit? Ketika kita menjadikan niat usaha karena Allah, maka bagaimanapun kondisinya, ia terasa lapang. Laku, ia lapang dan tak laku pun, ia lapang. Coba anda perhatikan, kebanyakan orang melakukan usaha, tujuannya adalah sekedar uang. Ketika jualannya tidak laku, ia mengeluh. Ketika ia tidak mendapatkan uang, ia lemas. Wajar, karena niatnya sudah membelok. Yuk, yang sekarang lagi usaha, niatkan semua karena Allah.

Seperti apa niat karena Allah itu? Bisa tergambar dari cara ia menyikapi prosesnya dan mindsetnya. Prosesnya ia nikmati dan penuh kesabaran. Ketika laku, ia bersyukur, dan ketika belum laku, ia bersabar.

Dari sisi mindset, maka jadikanlah sebuah proses distribusi atau penjualan sebagai sebuah proses kebaikan. Anda berjualan herbal, mindsetnya anda ingin menolong orang lain untuk sehat. Anda berjualan pakaian, mindsetnya anda ingin menolong orang lain untuk mendapatkan pakaian yang layak dan menutupi seluruh auratnya. Anda berjualan jam, mindsetnya anda ingin menolong orang lain supaya mengingat dan tepat waktu. Apapun jenis usahanya, anda rubah mindsetnya sebagai proses kebaikan, yakni menolong. Sehingga semua bukan sekedar selling, namun lebih utamanya adalah helping.
***
Kembali kepada topik distributor kebaikan dan suplier, Ketika performa anda baik atau kuantitas yang anda distribusikan besar, bagaimana respon suplier kepada anda? Jelas senang bermitra dengan anda,benar? Bahkan ketika anda sudah bermitra lama dengan performa yang baik, suplier tidak segan-segan untuk memberikan dengan mudah produknya untuk dijualkan, begitu saja.

Lalu siapakah suplier kita dalam distribusi kebaikan? Benar, Allah Subhanahu Wata’ala. Anda bayangkan, bagaimana Allah akan menurunkan keberkahan, rahmat, kebaikan dan kemudahan kepada seseorang yang ia senantiasa berusaha untuk mendistribusikan kebaikan kepada umat manusia? Bukan hanya kepercayaan dari sesama, namun utamanya adalah kepercayaan dari Allah swt.

Sehingga ada dua variable dalam menyambut kepercayaan suplier. Pertama, Lamanya bermitra. Kedua, kuantitas yang didistribusikan. Apabila kita merasa kesulitan masih membayang - bayangi, pertama boleh jadi kita masih terlalu dini bermitra dengan Allah untuk meminta lebih cepat, sehingga Allah ingin melihat usaha kita jauh lebih lama. Kedua, boleh jadi kebaikan yang kita distribusikan masih terlalu sedikit, sehingga Allah ingin melihat kita lebih semangat mendistribusikan kebaikan lebih banyak.

Mari meluruskan niat, merubah mindset, dan berusaha lebih semangat dalam setiap aktifitas kita. Bagaimana rasanya ketika anda mendapati kepercayaan dari sesama (masyarakat)? Lalu bagaimana rasanya ketika Allah yang menciptakan kita menganugrahkan kepercayaannya kepada kita? Wallahu’alam


Mungkin kisah hijrahnya Abdurrahman bin auf sudah tidak asing lagi. Tentang keberangkatannya hijrah tanpa membawa bekal harta sedikit pun. Sesampainya ia ke madinah, yang pertama kali ia tanyakan adalah letak pasar. Kemudian ia memulai bekerja menjadi kuli panggul, selanjutnya penghasilannya dijadikan modal. Tak lama, ia memulai bisnis dengan modal yang telah ia kumpulkan, hingga akhirnya menjadi saudagar kaya raya. Bahkan gambarannya telah diungkapkan Rosul “Hanya pada tangan Abdurrahman bin auf lah, pasir berubah menjadi emas

Sahabat yang pernah mengimami Rosul ini, juga merupakan satu dari enam yang menentukan khalifah setelah umar bin khatab.
***
Ketika itu, datang seorang lelaki ke madinah, ia bertanya bahwa ia hendak membeli kuda yang kuat dan cepat. Kemudian warga mengatakan "tidak akan ada kuda yang hendak kau cari, melainkan ada pada Abdurrahman bin auf".

Ia pun kemudian pergi menuju tempat Abdurahman bin auf. Disana, Ia temui banyak orang yang sedang melihat-lihat kuda. Ia pun melihat seseorang yang sedang mengumpulkan bubuk gandum. Ia pun menghampiri orang tersebut. "dimanakah saya bisa membeli kuda?” Tanyanya kpada orang yang sedang mengumpulkan gandum. Pengumpul gandum tersebut menyatakan "disana!” Sambil menunjuk ke satu tempat.

Ia pun pergi ke tempat itu dan ditemui lah seorang penjaga, dan bertanya "saya ingin membeli kuda". Si penjaga menjawab "boleh.. semua kuda boleh kau beli, kecuali yang satu ini”. Jika orang itu (nunjuk ke pengumpul gandum tadi) mengijinkan untuk dijual, anda boleh membelinya. Jika ingin membelinya tanyakan saja pada pemiliknya ; Abdurrahman bin auf.

Pada awalnya si calon pembeli ini belum mengetahui, jika si pengumpul gandum yang ia tanya adalah seorang saudagar kaya ; Abdurrahman bin auf. Karena tertarik dengan kuda yang satu itu, si calon pembeli kemudian menghampiri Abdurahman bin auf.

Orang itu pun berkata kepada Abdurahman bin auf "anda ini orang kaya, knp anda menumpulkan gandum disini. Anda bisa menyuruh orang lain atau membeli lagi”.

Abdurahman bin auf menjawab "karena saya menjaga harta yang kecil ini lah, sehingga saya menjadi kaya raya seperti saat ini"

Sontak si pembeli pun merasa malu dengan ungkapannya.
***
Dalam aktifitas bisnis, tidak sedikit orang yang membiarkan hal-hal sederhana dibiarkan begitu saja tanpa diperhitungkan, bahkan diacuhkan. Padahal kisah sukses orang-orang yang berhasil dengan bisnisnya, telah mengajarkan bahwa apapun itu, semua tidak boleh dianggap sepele.


Khususnya bagi seorang pengusaha muslim, ia harus tetap memperhitungkan dengan baik hal-hal yang kecil. Karena kelak Allah akan menghisab sekecil apapun yang ada pada tangan kita. Maka, menyepelekan hal kecil adalah hal terlarang bagi seorang pengusaha muslim. wallahua'lam


Kenapa pacaran banyak diminati? 

Kemungkinannya banyak, 

Pertama. Gratis! Otak manusia dirancang dengan kata gratis. Dimana2 kalo ada tulisan gratis dan menguntungkan, pasti rame diserbu. Bayangin aja, misal di mall ada plang Gratisss belanja disini! Saya yakin penuh dalam hitungan meit. 

Nah pacaran, klo makan suka ada gratisan kan? Ditraktir mulu sama si dia. kalo jalan juga sama, dianterin mulu. Gratis! Ke bioskop, gratiss! Gakda pulsa, diisiin. Gratiss! Belanja, kadang dibeliin apa gitu. Gratiss! Enak yah....? 

Nah, nantinya pegangan gratiss. Pelukan gratiss. Gandengan gratiss. Ciuman gratiss. Bahkan ......... (sensor) gratis! Naudzubillah 

Kamu belum denger dalam agama, drpada megang tangan yg bukan mahram lebih baik ditusuk oleh besi panas? Belum denger? Pantes! 

Ternyata lebih murah dari es cendol di alun2, Harganya 3000. Paha ayam aja 6000, eh kamu kasih gratis! #Mikir! 

Kedua, HP gak pernah sepi. 
Sy yakin setiap hari anda (yg pacaran) khususnya pasti HP nya gak pernah sepi. Tiap pagi "met pagi......." nanya ud makan belum? Nanya lagi ngapain. Nanya agenda, Dan nanya2 lainnya, apalagi belum BBM, Line, dll. Ditelponin. Ajak ini ajak itu... Bahkan gak sedikit yg Ngajak maen get rich bareng. kayaknya Memilukan sekali ketika hidupnya dipenuhi kesepian! 

Ketiga, selalu diperhatiin.. 
Tentunya seneng kan ada yg meratiin? Apalagi yg meratiin beda jenis. Kadang senyum senyum sendiri, lama lama ketawa sendiri, habis itu gila kali ya... hehe 

Keempat, temen cerita dan motivasi. 
Kalo ada masalah cerita (Curhat).. saling motivasi klo ada tugas sekolah atau kampus.. emm, seneng banget idup lo,! 

Kelima, belum ada beban yg ditanggung bersama. 

Manusia akan cenderung tak ingin ketika hidupnya ada beban. Pacaran emang gak ada beban yg ditanggung. Ketemuan diluar, abis itu balik ke rumah. Curcor di gadget. Seneng! Gitu setiap hari... 

Belum ada beban, beban menafkahi, beban rumah tangga, urus rumah, beban moral kedua belah pihak, apalagi punya anak, ada berbagi peran mengurus anak, urus sana urus sini, urus sekolahnya, dan urus....urus.... urus... makanya pacaran itu dihiasi kesenangan! Lah, gimana gak senang, gak usah mikirin beban apapun, yg penting jalan bareng. 

Diajak nikah skalian, bilangnya belum siap! Emang belum siap. Gimana mau siap nanggung beban keluarga. Urus sendiri aja belum belul! 

Ke enam, bisa putus nyambung atau putus nyari yg laen. 

Kalo pacaran ada istilah "putus" dan istilah "pacar baru" . Enak banget yah? Habis manis sepah dibuang, dapet manisnya diputusin cari lagi yang laen. Paham maksud saya? 

Tau gak? Pacaran era 70 an itu kalo mau ketemu cukup dr jauh. Lirik cukup. Udah deh! Makanya wajar dulu gak ada ceritanya kasus tabrak klari atau tabrakan sebelum nikah. Nah klo sekarang? 

Nikah muda banyak! Bagus sih nikah muda, tapi gara2 tabrakan... waduh cilaka dua belas! Ada juga yg nikah baru juga eh, udah isi tiga bulan... waduh sama sama cilaka dua belas... 

Kalo sy sih klo tau perempuan pernah jd pacar org laen. (Edisi pacaran jaman sekarang) .Gak bakalan sy nyari calon istri yg itu... secara gitu, aqua aja bilang "dont accept if the seal is broken" hehe... 

Okeh mungkin itu enam alasan, mungkin anda bisa tambahin yg lain. 

Emm, the end.... Sy yakin anda pacaran dengan niat positif, mungkin saat ini anda berpacaran dan tdk seperti yg sy katakan diatas. Tapi bisa jadi berbeda dengan mayoritas diluar anda yg seperti itu. Sy menulis untuk mengingatkan orang2 yg menjadikan pacaran sebagai opportunities isues yg hanya sekedar keinginan saja dan tak serius ke jenjang ke halalan (pernikahan) 

Saran saya, pacaran is Oke, tawarin nikah. Biar halal.... 


Karena kita tak tau bagaimana syetan membisik pada telinga, hati, dan akal manusia.... waspadalah :D

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator