Ditulis oleh :

Wahai saudariku, kita telah banyak menikmati hidup ini, telah berapa tahun waktu yang kita lewati. Badan yang sehat telah kita nikmati, rizki yang cukup telah kita rasakan, ilmu yang memadai telah tersimpan, dan banyak lagi yang seharusnya kita ungkapkan sebagai wujud rasa syukur kita kepada kekasih dambaan. Sekarang saatnya kita berbuat, untuk memperkuat barisan ummat, menepis semua penghujat, tampil ke medan juang bersama penyelamat.
(Alm. Ustadzah. Yoyoh yusroh)

Sebuah pesan besar dari pahlawan negeri, pejuang yang selalu gigih mempersembahkan langkah cinta untuk ummat, indonesia dan keluarganya, hingga Allah pun merindukannya untuk bersegera menghadapNya. Amiin
Pelangi itu terlalu sederhana seandainya hanya memiliki satu atau dua warna saja. Harmoni nada itu terlalu sumbang seandainya hanya satu atau dua kunci saja. Akan tetapi butuh banyak warna yang berbeda hingga keindahan itupun tercipta dengan indahnya. Pun Islam lahir bersama keindahan, karena pejuangnya memiliki pesona dan keindahan yang berbeda-beda. Lahir dengan warna yang berbeda menuju tujuan yang sama diatas iman dan taqwa.
“kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku......”
(QS. Alhujurat 13)”

Saat saya menonton sebuah video renungan yang mengkisahkan negeri ini, bahwa negeri ini tertata rapih, damai, indah, orang-orang nya sejahtera, duduk di shofa dll, tapi ternyata kondisi itu adalah lukisan dalam mimpinya. Takut dan
khawatir ; ujarnya

Seandainya dahulu saat rosululloh melaksanakan perjalanan ke sidratul muntaha, kemudian beliau meminta kepada Allah agar tidak dikembalikan kedunia , mungkin bisa saja. Akan tetapi Cinta Rosululloh kepada Allah dan ummat manusia lebih besar dibandingkan perasaannya sebagai manusia pada umumnya. Sungguh rosululloh kembali untuk kita.
Dalam kesesakan dunia, dan keunikannya, ada kemuliaan yang Allah berikan kepada kita, ruang dunia yang memberikan keistimewaan buat orang-orang beriman “Dunia ini adalah penjara bagi orang mukmin dan sebagai syurga bagi orang kafir” (HR. Muslim) 

Wahai engkau yang merasakan iman, begitulah dunia tengah digambarkan kepada kita dan itulah kebenaran yang ada. Dunia yang penuh dengan segudang keindahan dan permasalahan, kejenuhan, lautan darah dan kesesakan tidak lebih buruk dibandingkan dengan siksa Allah SWT dan tidak lebih indah dibandingkan dengan keindahan kelak di sisi Allah. Mari kita jemput keindahan itu dengan memperbaikinya bersama. Justru dalam penjara ini kita bersama-sama mematangkan bekal untuk memperberat neraca timbangan kelak.

“Hidup di dunya wawayangan” begitulah peribahasa sunda katakan bahwa hidup di dunia itu seperti wayang, sudah ada
yang menentukan dan sudah ada yang menggerakan.

Ibnu hajar al asqalani ; penulis kitab fathul bari, seorang qadhi (hakim), saat itu beliau sedang berjalan jalan bersama keledainya dan saat melewati sebuah pasar, orang yahudi datang dan kemudian mengambil tali keledai itu seraya berkata “anda menyatakan bahwa nabimu bersabda, dunia itu penjara orang beriman dan syurganya orang kafir. Dengan penampilan anda saat ini, sebenarnya anda dipenjara seperti apa? Sedang kondisi saya saat ini, saya berada di
syurga seperti apa?

Ibn hajar kemudian menjawab pertanyaan orang yahudi itu “dengan kondisi seperti ini, saya dibanding dengan kenikmatan yang Allah janjikan kelak diakhirat, seolah saya dalam penjara. Sedang engkau dengan kondisi seperti ini, dibandingkan dengan siksa dan hukuman yang Allah ancamkan kelak diakhirat, sekarang engkau berada dalam syurga”. Setelah mendengar jawaban dari sang qadhi tersebut, orang yahudi itu kemudian bergetar hatinya, raganya lemah seolah energinya habis diterpa gelombang yang sangat besar. Hingga akhirnya ia menyatakan masuk islam.
Jadikan penjara ini sebagai ladang kemuliaan, tempat mendendangkan kebaikan dan tempat melahirkan karya besar, tidak sedikit pahlawan-pahlawan besar yang lahir dari mulut penjara. Karena kelak syurga yang Allah janjikan telah menanti kita semua.

“Jangan kembali pulang, sebelum kita menang, walau mayat terkapar di medan juang, itulah para HERO berjuang”
(Solikhin abu izzudin)

Mari kita berdoa kepada Allah SWT, semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang tercatat sebagai penghuni syurgaNya kelak dan bertemu dengan Allah SWT, Rosululloh SAW dan para syuhada yang telah meneteskan darahnya untuk ummat.
Wallahu’alam bishowab

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator