Ditulis oleh :
“kemaksiatan berapapun kecilnya adalah berbahaya, bukankah Nabi SAW bersabda : “apabila seorang hamba berbuat dosa, maka diberikan noda hitam dalam hatinya.” Maka janganlah melihat kecilnya sebuah maksiat, tapi lihatlah kepada siapa maksiat itu diarahkan?” (Alhadits)

Semakin tinggi sebuah pohon, maka semakin besar pula angin yang menerpanya. Kaidah yang sudah menjadi sunatulloh dalam langkah-langkah kebaikan dan dakwah. Dakwah yang penuh dengan harum dan warna warni bebungaan, namun dipenuhi dengan jalan penuh duri dan kesakitan. Begitulah ust. Mustafa masyhur memberikan pemaknaan akan rintangan jalan dakwah.

Sahabat, kita adalah lembaran berbagai warna yang terlukis dan menjadi satu kesatuan yang utuh. Dahulu kita tidak mengetahui sedikit pun. Kemudian kita terus dan terus diajarkan banyak hal oleh lingkungan kita. Kemudian sedikit demi sedikit kita mengetahui hal-hal baru hingga kita menjadi tahu. Lingkungan yang mentrasnformasikan itu menjadi karakter.

Anak balita, anak kecil sekitar sembilan sampai satu tahun yang baru bisa berjalan terlihat amat lucu dan manis. Ya, karena memang mereka masih sangat bersih dan suci dari kebiasaan dan aktifitas seperti halnya orang dewasa. Tidak pernah terdengar cerita ada anak dewasa yang kemudian diperlakukan seperti anak balita di cubit cubit pipinya sambil bilang “wuiih manisnya, lucunya, dll”. Jikalaupun ada makan itu sangat sedikit. Ya memang benar, semakin besar dan tumbuh manusia, maka semakin besar pula hama yang hinggap.

Pelajaran yang masih sangat teringat dari seorang guru “manusia itu akan tumbuh dan tumbuh. Seperti biji yang ditanam menumbuhkan tunas, mengeluarkan akar, mengokohkan batang, menghasilkan ranting, daun, hingga berbunga dan menghasilkan buah”.

Ya, pesan dalam pesan itu adlah bahwa semakin tumbuh besar, maka nilai kebermanfaatan yang dibawa harus mengikutinya tumbuh lebih banyak. Sebaik-baik manusia adalah yang memberikan manfaat bagi orang lain. Saat memperhatikan bunga, petani dan oranglain akan memanfang dengan bahagia menatap bunga yang indah. Saat menghasilkan buah, maka petani akan mersa bahagia karena kesabaran selama menanam hingga tumbuh membuahkan manfaat besar.

Masa-masa dalam menanam itu, petani akan terus memperhatikan dan memelihara biji yang ditanamnya dengan memupuk, mebasmi hama, memotong rumput liar disekelilingnya, dll. Saat tumbuh itulah maka semakin banyak dan berbeda-beda jenisnya sehingga perlu diberikan pestisida dan obat pencegah untuk membasmi hama-hama itu. Meskipun hama yang kecil, tapi ternyata sangat berbahaya untuk tumbuh kembangnya biji dan tanaman yang ditanam sang petani.

Jika kita analogikan biji itu sebagai hati, karena sebuah pohon besar memberikan buah bermula dari bijinya pun manusia memberikan manfaat kepada orang lain bermula dari hatinya. Maka dari hati itulah akan tumbuh kembang menjadi bunga dan buah yang akan memeberikan manfaat untuk orang lain. Ingat perkataan Rosululloh SAW? “hati itu seperti besi, ia pun bisa berkarat”. Dalam hal ini, maka kita jangan pernah bosan dalam menjaga dan melindunginya baik dari hujan, panas, dan gejala lainnya agar besi itu tidak berkarat. Besi yang disimpan dan tidak diberikan perlindungan anti karat akan mengalami karat meskipun hanya terkena angin dingin. Hari pertama besi itu terkena hujan, maka belum terlihat jelas karatan disana. Akan tetapi lambat laun besi itu akan mengalami perubahan warna hingga muncul warna kuning, semakin terhempas angin, air, dll maka akhirnya besi itu mengarat berwarna gelap dan susah untuk dibersihkan. Sekalipun dibersihkan, maka karat hitam itu akan terlihat dipermukaan besi.

“kemaksiatan berapapun kecilnya adalah berbahaya, bukankah Nabi SAW bersabda : “apabila seorang hamba berbuat dosa, maka diberikan noda hitam dalam hatinya.” Maka janganlah melihat kecilnya sebuah maksiat, tapi lihatlah kepada siapa maksiat itu diarahkan”

Benar, kita bukanlah barisan malaikat yang lepas dari kesalahan. Akan tetapi kita memiliki kesempatan untuk menjadi manusia terbaik disisi Allah. Mari kita pelihara diri kita semua dari hama-hama yang akan membuat karat hitam. Karena sekecil apapun itu akan meninggalkan jejaknya. Wallahu’alam

3 komentar... Silahkan dibaca atau Beri komentar

  1. apa maksud dari jangan lah melihat kecilnya sbuah maksiat tapi lihatlah kepada siapa maksiat itu diarahkan??

    ReplyDelete

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator