Ditulis oleh :
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjalan dijalanNya dalam barisan yang teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh” (QS. Aa saff : 4)


Kader adalah aset yang mahal dalam sebuah tatanan organisasi. Dalam dakwah tanpa adanya kader, maka tidak akan mungkin dakwah akan mendapatkan keberhasilan. Keberhasilan itu tidak dicapai hanya dengan satu orang saja, akan tetapi keberhasilan itu dicapai oleh sebuah team yang solid. Bukan superman melainkan superteam. Sebuah kesebelasan misalnya, tidak mungkin mampu untuk memasukan bola ke gawang lawan jika hanya mengandalkan seorang pemain saja untuk menyerang.

Perjalanan dakwah rosululloh pun demikian, saat ekspansi dakwah rosululloh meluas, maka keberadaan kader pun menjadi sebuah kewajiban. Team yang solid yang dibangun oleh rosululloh menjadi kunci keberhasilan. Saat mekah tak menghendaki sebuah team, maka Rosululloh pun berangkat hijrah menuju madinah, hingga menemukan anshor menjadi sebuah kesatuan baru yang utuh. Basis team yang solid, basis sosial yang kuat. Maka jangan heran, cahaya islam yang disebar mendapat kejayaannya dari timur sampai barat.

Gerakan dakwah kampus yang kokoh ialah gerakan yang dihasilkan dari kadernya yang kokoh pula yang mengemas dakwah dengan baik sesuai zamannya. Yang bekerjasama dalam sebuah jamaah yang solid. Bekerja dalam satu kesatuan yang utuh dan bukan hanya bekerja secara individu. Sehebat apapun aktifis, tidak ada jaminan dia mampu menyelesaikan sebuah program dengan baik. Sekalipun selesai, akan tetapi nilai dari penyelesaiannya akan jauh berbeda dengan pengerjaan program dalam sebuah barisan team.

Saat memasuki sebuah team, menjadi sebuah keharusan mereka didalamnya saling mengenal satu dengan lainnya. Saling berbagi untuk saling mengerti, saling memberi untuk saling memahami, bekerja dalam bingkai yang syar’i. Sehingga aktifitas dakwah yang sudah dicanangkan mampu berjalan dengan baik. Jangan biarkan barisan dalam team pecah hanya karena masalah masalah yang muncul dari internal, hanya karena masalah-masalah kecil yang membuat gerak dakwah berjalan lambat. Mulai benahi dari saat ini seandainya aktifis masih disibukan dengan polemik internal saja. Sungguh dalam ummat ini masih banyak yang harus diselesaikan oleh kita sebagai aktifis.

Saya sepakat sekali dengan mas Arya sandhiyuda dalam bukunya renovasi dakwah kampus, beliau menyampaikan Gerakan dakwah kampus yang lemah akan membawa dampak longgarnya aktivitas dakwah dan progresivitasnya. Dikarenakan tidak rapihnya barisan kader, maka akan memberikan dampak besar dalam lajunya. Bukan sibuk dengan pembicaraan progres dakwah akan tetapi mereka akan disibukan dengan syuro-syuro yang membahas permasalahan internal kader yang tak kunjung usai. Mulai dari militansi lemah, virus merah jambu, hubungan jundi dan qiyadah serta urusan-urusan lainnya yang menghambat progres dakwah kampus. Akan tetapi saat sebuah team yang solid dalam jamaah, Mereka akan memnuhi aktivitas-aktivitas dan syuro-syuro mereka dengan pembicaraan ekspansi dan progresivitas hari demi hari.

Ust. Rahmat abdullah pernah menyampaikan kepada kita “Musuh-musuh di luar sana tengah berupaya agar kuncup dakwah ini tak memekar menjadi bunga yang indah merekah. Segala upaya dan tipu daya telah mereka siapkan, dan sebagian di antaranya sedang berjalan, untuk menghambat laju kencang dakwah ini. Kiranya cukup mereka sajalah, musuh-musuh dakwah itu, yang menjadi penghambat bagi signifikansi laju dakwah ini. Janganlah kita menambahnya dengan kejahilan, kelemahan, dan kemaksiatan yang justru malah akan menambah masalah di dalamnya. “Masalah dakwah begitu berat, janganlah kita menambahnya dengan permasalahan kita di dalamnya”.

Berat, memang berat. Karena memang itulah dakwah begitu berat hingga gunung-gunung pun menolak untuk menerimanya. Namun Allah selalu bersama kita, dan Allah pula yang telah memilih kita untuk melaksanakan tugas itu. Mari kita benahi kembali paradigma kita dalam sebuah barisan team. Bukan untuk muncul sebagai personal, akan tetapi muncul sebagai organisasional. Jadilah barisan inti yang kokoh, dan Allah SWT akan mencintai kita semua.

Mari sambut kemenangan dakwah bersama, menyongsong syurga besama, menyelesaikan amanah bersama. insyaAllah untukmu kader dakwah 72 bidadari menyambutmu bersama sama disyurga. Wallahu’alam

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator