Ditulis oleh :
Demi masa. Sesungghunya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebaikan dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS. Al Asr :1-3)

Ketika Rosululloh SAW hijrah ke madinah, maka langkah pembangunan yang pertama yang dilakukan oleh rosululloh SAW adalah membangun masjid. Menjadikan masjid sebagai skala prioritas utama dan pertama dalam membangun peradaban. Menjadikannya sebagai labolatorium transformative yang memformulasikan senyawa-senyawa manusia muslim, hingga melahirkan Rijal-Rijal yang siap melesut dari busurnya.

Masjid bukan hanya menjadi cambuk melecutkan badan dalam rukuk semata, akan tetapi lebih dari itu ia adalah sebuah labolatorium kehidupan yang mengajarkan temuan-temuan baru untuk perkembangan manusia. Pembahasan social, ekonomi, politik, Negara, dll bercentral pada mesjid. Karena sadar, masjid adalah power base yang akan membawa pada Peradaban yang berkeimanan. Menjadikan banyak generasi pembelajar, manusia kritis, militan, cerdas, melahirkan tokoh-tokoh Pemimpin seperti Abu Bakar, Umar bin Khatab, Utsman, Ali, dan para sahabat lainnya. Mereka lahir dari rahim Masjid. Kata Al Ghazali, Mesjid adalah satu pintu berjuta ilmu.

Namun sayang nian, kini ia hanya menjadi dinding-dinding retak yang terabaikan. Megah indah namun parah. Faktanya yang mengisi shaf-shaf shalat hanya sedikit dan itupun mereka-mereka yang bermutu saja. Alias muka tua. Namun, saya yakin bahwa dibagian lain masih ada yang tetap memelihara idealism dan kesadaran bahwa dari sanalah kebangkitan peradaban akan dititi. Bahwa mesjid adalah central kebangkitan, energy yang menjajakan nutrisi ruhiyah manusia. Berbahagialah untuk mereka yang senantiasa mengisi dan memakmurkan mesjid.

Rahasia yang terabaikan, jika kita dapati sebuah acara, kita bandingkan masyarakat lebih memilih mengikuti ta’lim di mesjid ataukah nongkrong depan televise untuk menyaksikan piala dunia?, sulit mana mengumpulkan masyarakat untuk kegiatan masjid atau mengumpulkan masyarakat untuk dangdutan?, bahkan tidak perlu diumumkan, mereka datang berbondong-bondong dengan sendirinya. Mereka lebih senang menyaksikan geliang geliut wanita menari diatas panggung, yang itu tidak pantas untuk disaksikan. Miris sekali.

Susah. Dan inilah kenyataan hari ini. Kita mengingikan perubahan, akan tetapi tidak ingin memulai untuk perubahan itu. Perubahan zaman membawa manusia lupa pada kandangnya, inilah rahasia yang terabaikan. Apakah mata kita sudah penuh dengan pemandangan zaman dengan segala bentuk arusnya? Lupa dengan nasihat luhur yang telah diajarkan dan dikabarkan, hingga ufuk mata menjadi buta. Bukan zaman yang salah, tapi kita abaikan pesan ilahiah yang telah dikabarkan. Kata Salim A fillah “kita terhijab dari pesan-pesan sejati, kerena kita selau melihat pemandangan seputaran. Bukan aba-aba yang kita tangkap, tapi contoh yang tampak. Kita hidup dengan mengikuti trend dan mode. Bukan trend dan mode itu yang selalu salah, tapi ketidakmampuan kita mendengar pesan sejati dari ilahi gara-gara perhatian kita yang berlebihan terhadap banjiran data dan informasi”.

Harusnya kita malu dengan mereka diluar sana, malu dengan anak-anak kecil disana. Mereka penuh dera, siksa dan air mata untuk memperjuangkan tanah juangnya Palestina. Kedudukan istimewa, bukan hanya bicara tentang kiblat pertama umat islam, bukan tentang terminal ahir perjalanan Isra Nabi Muhammad SAW, bukan tentang titik awal mi’raj Rosul, bukan tentang tanah gersang, batuan kerikil dan tembok retak. Namun ini berbicara tentang peradaban ummat. Ditanah mulia itu, Mereka memperjuangkan “Mesjid Al Aqsha” untuk tetap berdiri dari ancaman Zinois la’natullah yang terus berusaha merobohkannya. Ini bukan sebatas mesjid, namun ini adalah peradaban ummat.

Rahasia yang terabaikan. Harus kembali dinyalakan. Dengan proses yang agak rumit, karena mereka para pelakunya pun adalah senyawa yang rumit. Kata anis matta, manusia adalah gabungan yang rumit antara ruh, emosi, akal, dan fisik. Sehingga perlu ada nilai lain yang mendorong pada tindakan, yakni kesadaran. Sadar bahwa peradaban bermula dari dinding-dinding itu. “Mesjid”.

Banyak mereka yang memakmurkan mesjid, maka Allah makmurkan ia dalam kehidupannya. karena dengan memakmurkan mesjid, adalah refleksi dari visi seorang muslim yang  dalam dan luhur, yakni visi akhirat.

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah, ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari akhir. (QS.9 At Taubah:18)"

Jadikan ia rumah untuk meloncatkan keimanan, pintu nasihat dalam kebaikan dan kesabaran, agar kita tidak merugi pada masa yang telah Allah berikan. Maka mendekat dekutlah pada rahasia yang terabaikan itu, rahasia kebangkitan, rahasia peradaban, rahasia menuju kebahagiaan, Yakni mesjid. Wallahua’lam

2 komentar... Silahkan dibaca atau Beri komentar

  1. Kunjungan perdana.. absen dulu ahh..
    Hadir..!!!

    ReplyDelete
  2. saya sangat bangga kepada mereka yang memakmurkan mesjid, mari makmurkan masjid dimanapun kita berada karena kebangkitan itu adalah dari mesjidnya itu sendiri.

    ReplyDelete

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator