Ditulis oleh :
Sebelum kita membahas apa maksud dari judul yang saya tulis, “Tana toraja, Rahasia antara dunia dan syurga. Karena ada istilah tak kenal maka tak tahu, tak kenal maka tak tending. Nah, dari itu saya perkenalkan dulu Tana Toraja nya ya.

Toraja berasal dari bahasa Bugis, to riaja, yang berarti "orang yang berdiam di negeri atas". Pemerintah kolonial Belanda menamai suku ini Toraja pada tahun 1909. Suku Toraja terkenal akan ritual pemakaman, rumah adat tongkonan dan ukiran kayunya. Ritual pemakaman Toraja merupakan peristiwa sosial yang penting, biasanya dihadiri oleh ratusan orang dan berlangsung selama beberapa hari.

Nah, bagaimana? Sudah mengenal tana Toraja? Paling tidak kita awali dengan mengenal namanya dulu, baru kita mengenal dalamnya. Kali ini saya akan mencoba mengangkat salah satu isi dari tana Toraja ini, yakni salah satu kebudayaan turun temurun yang terus dibudayakan yakni tongkonan. Itu juga ada hubungannya dengan judul kita kali ini. mau tau lebih dalam tentang toraja, saya rekomendasikan 100% bisa cek disini

Tempat wisata yang bagus dijawa barat itu sudah menjadi kabar biasa. Namun jika kita mendengar tempat wisata diluar sana, itu baru luar biasa. Salah satunya di Tana toraja ini, rumah tongkonan yang terletak di Sulawesi selatan menjadi pilihan tepat untuk berwisata saat liburan ataupun week end keluarga.

Rumah adat tongkonan ini, akan kita temukan di Kete/Kesu, dikabupaten Sulawesi utara. Rumah-rumah tradisional Toraja ini dibuat dengan konsep seperti perahu atau seperti tanduk kerbau. Tahu kah kenapa demikian??

Katanya itu sebagai jembatan roh orang yang sudah meninggal menuju surga. Wah, dahsyat toh? Sa kira ini sudut pandang budaya yang khas turun temurun.

Uniknya lagi, Semua rumah tongkonan disana itu berdiri berjejer dan mengarah ke utara. Arah tongkonan yang menghadap ke utara serta ujung atap yang runcing ke atas melambangkan leluhur mereka yang berasal dari utara. Katanya……Ketika nanti mereka meninggal, mereka akan berkumpul bersama arwah leluhurnya di utara. Wah, dahsyat ya, bayangkan berapa ribu orang yang berjalan berbondong-bondong dari utara kelak ya????

Okay, kembali ke laptop!!! Eh salah deng, kembali ke lalakon-tea.. he . dari salah atu sumber jug, Tongkonan merupakan pusat kehidupan sosial suku Toraja, karena itu penting untuk hubungan spiritual dengan leluhurnya yang sudah meninggal. Oleh karena itu, ketika ritual itu dilaksanakan, maka semua anggota keluarga harus mengikuti agendanya sebagai wujud dari hubungan mereka dengan leluhurnya.

Nah bagaimana mengenai tongkonan? Selain tempat wisata, ternyata memiliki nilai historis dan kepercayaan yang kuat. Seperti judul diatas “rahasia antara dunia dan syurga” menurut kepercayaan disana.

Selanjutnya, Tongkonan berasal dari kata tongkon yang bermakna mendudukitempat duduk. Mengapa dikatakan sebagai tempat duduk?. Dikatakan sebagai tempat duduk karena dahulu menjadi tempat berkumpulnya bangsawan Toraja yang duduk dalam tongkonan untuk berdiskusi, meeting kali ya kalo bahasa jakartanya. He.. atau

Selain untuk fungsi pertemuan itu, Rumah adat tongkonan juga mempunyai fungsi sosial dan budaya yang bertingkat-tingkat pada masyarakat. Awalnya rumah tongkonan ini juga menjadi pusat pemerintahan.

Keunikan lainnya dari story of tongkonan ini, Masyarakat Toraja menganggap rumah tongkonan sebagai ibu, dan alang sura atau lumbung padi sebagai bapak. Loh, kok bisa dibilang gitu ya??? Penasaran?? Kalo begitu lanjutkan bacanya sampai tuntas ya……

Pertama, pada tongkonan ada istilahnya tangalok. Maksudnya adalah bagian tongkonan sebelah utara yang berfungsi sebagai ruang tamu, tempat anak-anak tidur, dan tempat meletakan sesaji. Selanjutnya ada istilah sumbung, sumbung ini merupakan bagian selatan dari tongkonan yang dipergunakan sebagai ruangan kepala keluarga. Tetapi ada juga yang bilang ruangan itu dianggap sebagai sumber penyakit.. wuih,,, gitu toh?? Ciyus??? Mi apa?? He..

Nah selanjutnya ada istilahnya Sali, ini ruangaan pada Tongkonan bagian tengah yang memiliki fungsi sebagai ruang makan, pertemuan keluarga, dapur, serta tempat meletakan orang mati. Waah, kebayang ya, tempat makan, sekaligus tempat meletakan orang mati.. kebayang pas lagi nikmat-nikmatnya makan, mayatnya bangun “ikutan dong makan”… waaah, kabuuurrr.. hee. Tapi itu bercanda ya..

Bicara tentang mayat, katanya mayat orang mati di Toraja tidak langsung dikuburkan tetapi disimpan di rumah tongkonan. Diruangan tengah itu kalii ya?? Sali itu??. Agar mayat tidak baud an busuk, maka mayatnya itu dibalsem. Waah, kayak mumy saja ya?? Tapi bedanya kalo mayat toraja itu diolesinnya pake ramuan tradisional mereka yang terbuat dari daun sirih dan getah pisang.

Nah, Sebelum upacara penguburan, katanya mayat itu dianggap sebagai orang sakit dan selanjutnya akan disimpan didalam peti khusus. Peti mati tradisional Toraja punya sebutan loh, sebutannya adalah erong. Erong ini bisa berbentuk kerbau jika mayatnya laki-laki dan babi jika perempuan. Kebayang ya model petinya kayak gimana???

Nah, jika penasaran langsung saja ke sono liat sendiri, bener ga ya?? He
Tapi ada pengkhususan, untuk bangsawan petinya berbentuk rumah adat. Sebelum upacara penguburan, mayat juga terlebih dulu disimpan di alang sura (lumbung padi) selama 3 hari. Wuiih, tiga hari mayat didaratan. Eh, kan sudah di balsam pake ramuannya itu, jadi aman dan tak berbau. Lumbung padi dengan tiangnya yang dibuat dari batang pohon palem yang licin, ini ada fungsinya mengapa pake palem yang licin, jadi tikus tidak bisa naik ke lumbung. Depan lumbung ada berbagai ukiran, diantaranya ada gambar ayam dan matahari dan ini menunjukan symbol dalam menyelesaikan perkara.

Masih ingat kan cirri rumah tongkonan seperti apa? Yaitu menonjol ke atas seperti kepala kerbau, kemudaian ada tanduk-tanduk kerbau pada tiang utama di depan setiap rumah. Tanduk kepala kerbau itu berjejer/berbaris dari atas ke bawah dan itu menunjukan bahwa tingginya derajat keluarga yang tingagal di rumah itu. Di sisi kiri rumah yang menghadap ke arah barat dipasang rahang kerbau yang pernah di sembelih. Di sisi kanan yang menghadap ke arah timur dipasang rahang babi.

Kebayang tak??? Nah, ngapain bingung ngebayangin. Langsung check it out saja. Week end atau liburan disana, mantap. Yaa, meskipun saya yang nulis juga hanya mendengar cerita kata orang. hee

Nah, sambil ngebayangin tongkonannya, kita lanjutkan obrolan kita tentang tongkonan ini. Ini filosofis dari ornament di tongkonan. Tanduk kerbau di depan tongkonan itu, melambangkan kemampuan ekonomi dari pemilik rumah saat upacara penguburan anggota keluarganya. Setiap kali upacara adat di Toraja, pada acara pemakaman akan mengorbankan kerbau dalam jumlah yang banyak. Katanya…..

Tanduk kerbau kemudian dipasang pada tongkonan milik keluarga bersangkutan. Semakin banyak tanduk yang terpasang di depan tongkonan maka semakin tinggi pula status sosial keluarga pemilik rumah tongkonan tersebut. Ibarat nya, jika dimuslim, semakin banyak yang mensholatkan, berarti semakin besar tingkat sosial orang itu, gitu kalii ya????

Ornamen rumah tongkonan berupa tanduk kerbau  juga memiliki warna dasar yang berbeda beda. Ada hitam, merah, kuning, dan putih. Warna hitamKuning melambangkan simbol anugerah dan kekuasaan ilahi. Merah melambangkan warna darah yang diibaratkan sebagai kehidupan manusia. Dan, putih mencerminkan warna daging dan tulang yang artinya suci. melambangkan kematian dan kegelapan.

Bentuknya sudahh, ornamennya sudah, kepercayaannya sudah, pembagian bagian tongkonan sudah. Apa lagi ya???? Nah, sekarang kita akan membicarakan jenis-jenis dari tongkonannya ya. Tongkonan ini, ada beberapa jenis diantaranya ada tongkonan layuk (pesio'aluk), yaitu tempat menyusun aturan-aturan sosial keagamaan. Kedua, Tongkonan pekaindoran (pekamberankaparengngesan), yang berfungsi sebagai tempat pengurus atau mengatur pemerintahan adat. Selanjutnya ada batu a'riri yang memiliki fungsi sebagai tongkonan penunjang yang mengatur dan membina persatuan keluarga serta membina warisan. atau

Wuiih,,mantap ya jenis tongkonannya dan fungsinya itu???. Akan tetapi, Tongkonan milik bangsawan Toraja berbeda dengan orang umum. Beadanya terletak pada bagian dinding, jendela, dan kolom. Untuk bangsawannya dihiasi motif ukiran yang halus, detail, dan beragam. Kemudian ada ukirannya juga yang bergambar ayam, babi, dan kerbau, serta diselang-seling sulur mirip batang tanaman.

Menurut cerita, tongkonan itu pertamanya dibangun oleh Puang Matua atau sang pencipta di surga. Dulu hanya bangsawan yang berhak membuat tongkonan. Tongkonan juga hanya diberikan secara turun temurun sesuai garis keturunan. Lalu bagaimana sekarang ya???

Pada sebuah sumber terpercaya, Desain rumah Tongkonan lebih banyak mengambil motif makhluk hidup, yang mana memiliki maknanya tersendiri. Misalkan, motif labu, memiliki makna bahwa dalam hidup harus senantiasa rendah hati. Kemudian ada kepiting, berudu, gulma yang menunjukan kesuburan. Sedangkan tanaman air yang aktif dan tumbuh ke segala arah berarti pemilik tongkonan mengharapkan banyak keturunan.

Nah jika anda kesana, maka pertam yang akan anda lihat Jika melihat ke arah Tongkonan, Anda akan dihadapkan dengan hiasan kepala kerbau. Kepala kerbau juga dipasangkan di tiang-tiang dinding utama. Kepala kerbau ini merupakan hiasan pusaka yang menandakan kekayaan.

Bagaimana?? Sudah cukup jelas? Atau masih bingung ngebyangin kayak gimana rumah tongkoan itu? Yang konon merupakan penghubung antara dunia dan syurga? disalah satu sumber yang satu ini bisa anda lihat, disini

6 komentar... Silahkan dibaca atau Beri komentar

  1. Jossh, mang...
    mantap.., langsung ke sono nih kayaknya..

    ReplyDelete
  2. Wah... asyik juga kayaknya klo bisa sesampean bisa maen ke Toraja, semoga yah Masbro.. but anyways thanks a lot atas post menariknya yah MasbroGan :-)

    ReplyDelete
  3. waah, boleh tuh @google-9e366b4298a47ebc17b08217d539d832:disqus , langsung cek disana....

    ReplyDelete
  4. aamiin, mudah2an mas @google-130096a83d6855866088e9f5dc36143d:disqus , okay. sama sama.
    bisa berkunjung di tulisan lain ya mas. ^^

    ReplyDelete
  5. Penasaran pengen kesana

    ReplyDelete
  6. ayyo mba kesono, sekalian menikmati keindahan indonesia di bagian lain....

    ReplyDelete

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator