Ditulis oleh :
Jika engkau bersedia untuk menerima takdir kesepian sebagai pajak bagi keunikan, maka niscaya masyarakat juga akan membayar harga yang sama: kelak mereka akan merasa kehilangan.
(Ani Matta)

Hanya membutuhkan sedikit waktu saja untuk kembali merenungkan jejak-jejak kepahlawanan yang pernah singgah dilembaran sejarah manusia. Indonesia merupakan Negara besar, hidup bersama perjuangan yang besar. 350 tahun lamanya Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya dalam menghadapi penjajah.

Anyir peperangan yang menumpahkan darah pahlawan. Menyisakan bekas yang dalam atas kerja-kerja para arsitektur negeri. Kematian para pahlawan kini abadi bersama tanah Indonesia. Bersama jejak-jejak petualangan yang dituliskan pada selapis seng di pinggir jalan. Kekhawatirannya adalah apakah hal itu sebuah ruh atau kah sebuah prestasi yang berhujung pada kekaguman pahlawannya saja.

Darah yang pernah tumpah yang direlakan untuk putra-putri mereka, cucu mereka, dan kebangkitan bangsa, menjadi pajak akan masa depan Indonesia. Kebaikan-kebaikan yang berserakan pada individu-individu masyarakat, berkumpul atas kesadarn dan penghormatan para pahlawan.

Pahlawan, mereka lahir karena memiliki jiwa kepahlawanan dalam dirinya. Kemudian ia menemukan lingkungan yang menjadikan ia tumbuh dan mengembangkan potensinya. Kini negeri ini membutuhkan pahlawan yang mampu menyingkap kekeliruan publik atas berbagai permainan moral dan kepentingan.

Nilai-nilai moralitas yang kini hanya menjadi dramatisasism menunjukan siapa yang paling kuat dan yang berpengaruh. Ini bukan masa kejahilan, akan tetapi kejahilan yang dimasakan. Mereka menari diatas kehinaannya. Diatas pentas inilah mereka bertepuk tangan.

Pahlawan mukmin sejati, ia hadir untuk memperbaiki masyarakat kepada ma’rifat. Minadzulumati ila nur. Ini adalah misi dari kepahlawanan itu sendiri. sehingga ia harus mampu berkarya diatas kemampuannya.

Tidak ada keterbatasan dalam berkarya, karena Allah sudah memberikan apa yang ada didunia untuk kepentingan manusia. Akan tetapi terkadang kesempatan lah yang belum sampai kepada kita untuk menelurkan karya-karya itu. Maka wajar, seorang pahlawan, ia tidak akan berhenti hingga ia mampu memberikan karya terbaiknya untuk ummat. Keterbatasannya bukan karena mereka tidak punya, akan tetapi ia bergerak karena mereka memiliki cita dan tujuan besar diakhir masa kerjanya. Innamal hayatu  bil khawatimiha.

Pahlawan mukmin sejati, ia akan berusaha untuk memahami posisi ia dalam kepahlawanannya. Bukan menjadi seorang super hero yang mengerjakan segalanya sendirian. Akan tetapi ia sadar dengan kemampuannya dan dimanakan ia harus bekerja.

Kebanyakan manusia ingin dikenang karena figurnya. Akan tetapi hal terpenting yang harus menjadi sebuah keinginan besar kita adalah kehadiran kita membawa manfaat dan perubahan yang besar. Sehingga dengan keberadaan kita membawa kepada kebangkitan yang besar pula. Maka pengenangan itu akan menjadi sebuah konsekuensi logis yang hadir dari kerja-kerja kepahlawanan.

Ketika Rosululloh wafat, maka saat itu pula semua merasakan sedih yang teramat dalam. Umar yang saat itu tidak mempercayai kematian rosululloh harus mengangkat pedang dan mengancam khalayak diatas ketidak percayaannya. Namun apa daya Rosululloh pun adalah seorang manusia. Inilah kesadaran kita, pahlawan adalah manusia biasa namun kadar pahlawan itu yang menjadikan ia keluar dari sisi kemanusiaannya.

Jejak-jejak besar yang ditinggalkan pahlawan sebelumnya merupakan pembelajaran yang kini hidup ditengah-tengah hasil juangnya. Melanjutkan atau memperbaiki. Dua pilihan yang akan menjadi kesempatan.

Darah juang yang pernah tumpah adalah wujud kemanusiaan yang berada pada fitrahnya sebagai makhluk yang beradab. Wallahua’lam

3 komentar... Silahkan dibaca atau Beri komentar

  1. Multazam Zakaria4 February 2013 at 17:13

    mantabbb... teruslah menari dengan karya. kami siap menjadi goresan itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. InsyaAllah,mari bersama membangun negeri dengan karya.

      Delete
  2. Mari memberikan karya untuk membangun negeri.^^

    ReplyDelete

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator