Ditulis oleh :


“hati adalah sang penguasa, tubuh seorang akan mematuhi semua perintah dan larangan hati. Karena itu hati akan dimintai pertanggung jawaban tentang tindak tanduk anggota tubuh. Sebab sebagai penguasa akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyatnya”.
(Ibnul Qayyim Al-Jauziyah)

Activating your soul, memiliki makna mengaktifasi jiwamu sebagai pemimpin. Sebelum kita telisik bagaimana mengaktifasi jiwa kepemimpinan, ada beberapa hal menarik yang patut diperhatikan. Negeri Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya. Tanah Indonesia dianugerahi oleh Allah dengan kesuburan. Banyak yang mengumpamakan, jika sepotong bambu ditanam di tanah Indonesia maka akan tumbuh tanaman dengan suburnya. Namun disisi lainnya permasalahan sosial, ekonomi, politik di negara ini semakin beragam warnanya. Hukum dengan mudah untuk digoyang.
Salah seorang rekan kuliah saya mengatakan negeri Indonesia kita ini unik, motto yang kini berkembang adalah maju tak gentar membela yang bayar. Sungguh miris mendengarnya, motto itu kini nyata adanya, kita doakan saja agar orang yang melakukan kezaliman di negara ini, Allah bukakan pintu hidayah dan kesadaran untuknya. Begitu juga dengan para pemimpin negara ini, semoga semakin diberi kejernihan hati dan pikiran dalam memimpin negara tercinta ini.
Melihat pada lingkup yang lebih kecil, yakni sebuah organisasi, jika digambarkan sebagai tubuh manusia, maka leader dalam tubuh itu adalah hati. Seperti kata Ibn Qayyim Al Jauziyah, “hati adalah sang penguasa, tubuh seorang akan mematuhi semua perintah dan larangan hati. Karena itu hati akan dimintai pertanggung jawaban tentang tindak tanduk anggota tubuh. Sebab sebagai penguasa akan dimintai pertanggung jawaban atas rakyatnya”. Bukankah Rasulullah pun pernah menyampaikan, bahwa dalam diri manusia ada segumpal darah, yang jika ia baik, maka baiklah yang lainnya dan jika buruk, maka buruk pula lainnya.
Pada judul pertama sudah disinggung bahwa The True Leadership, bak nahkoda yang akan menjalankan kapal. Kemana kapal akan berlabuh, saat itu pula nahkoda mengambil perannya. Sehingga leader menjadi kunci dari kesuksesan sebuah pergerakan, baik organisasi skala kecil ataupun besar.
Mengaktifasi jiwa dengan jiwa kepemimpinan sejati menjadi aktifitas perenungan atau inkubasi diri dalam mengumpulkan dan menemukan kaidah baru untuk melangkah. Dalam kepemimpinan, maka hal ini menjadi agenda yang perlu dijadwalkan oleh seorang leader dalam memimpin sebuah organisasi. Artinya ada porsi waktu yang khusus diberikan kepada pikiran dan jiwa agar bisa merambatkan ketenangan emosional dalam sebuah kondisi yang baik untuk membangun mental dan keputusan sebagai seorang leader. Inilah yang memberikan energi baru untuk melangkah. Kata Nugroho Nusantoro, dalam bukunya Super Supervisor, jeda yang perlu Anda lakukan bukan jeda biasa. Jeda yang harus Anda ambil adalah jeda untuk meningkatkan kesadaran Anda atas apa yang telah Anda alami, sedang Anda alami, dan akan Anda alami. Jeda ini penting agar Anda bukan sekedar bergembira karena telah mendapat promosi tetapi juga bisa memersiapkan diri untuk keberhasilan yang lebih lagi”.
Di Hira itulah, di sebuah gua yang sepi Rasulullah S.A.W. sebagai seorang leader melakukan perenungan yang dalam. Beliau mengasingkan diri, mendalami pikiran dan merenungi kecamuk dalam dirinya. Jeda yang membawa pada ketenangan sekaligus obat rindu pada hasrat untuk menyendiri. Kerinduan pada perbaikan semesta membawa jiwa seorang leader untuk merenungkan dengan dalam perkara yang bergerak berkecamuk pada negeri.
Activating Your Soul, sebuah pekerjaan yang sederhana akan tetapi memberikan dampak besar pada seorang leader agar bisa jernih hati dan pikirannya terkait kepemimpinan yang ia emban. Memberikan kesadaran akan kekurangan dan kekuatan. Sehingga memberikan jeda pada tingkat emosional untuk meloncatkan gairahnya menuju keberhasilan organisasi menjadi sangat penting.

Collaborative Organization
Setidaknya iklim atau kondisi suatu wilayah memiliki dampak yang besar pada organisasi, terutama dalam menangani perubahan-perubahan yang terjadi. Keputusan yang akan diambil oleh organisasi harus sesuai dengan tuntutan kondisinya. Perubahan ini harus dapat dihadapi dengan positif, terutama oleh seorang pemimpin.
Salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas SDM dalam organisasi. Dalam konteks kepemimpinan, sebuah organisasi membutuhkan keseimbangan dalam dua hal, yakni keselarasan dalam organisasi dan kemandirian secara individu. Selain bergerak sesuai arah dan tujuan organisasi, tiap individu di dalamnya juga harus mandiri dan aktif dalam berkarya dan membuat kemajuan. Inilah yang disebut sebagai collaborative organization. Mereka menjadi basis pergerakan pada organisasi. Bukan hanya bergerak untuk diri sendiri, melainkan mampu menggerakan bagian lainnya sehingga akan terwujud visi dan misi dari organisasi itu sendiri.

Cost-Effective Leadership Development Approach
Leadership tidak hanya dibangun dan dikembangkan melalui kelas-kelas formalitas saja, melainkan ia harus diekplorasi pada kesempatan-kesempatan yang memberikan pengalaman memimpin sebuah organisasi. Karena adanya pengalaman menjadi salah satu faktor kualitas dari seorang leader. Namun, tidak semua orang mampu belajar dari pengalaman. Dibutuhkan sebuah metode “belajar dari pengalaman” yang lebih terstruktur untuk memudahkan seseorang mengambil pelajaran dari aktifitas yang pernah ia alami. Sebuah metode yang bisa digunakan adalah metode action learning.
Sebelum memulai metode ini, seseorang harus dirangsang untuk bisa menunjukkan kemampuan dasarnya sebagai adult leader. Rangsangan ini disebut dengan role-enabler. Role-enabler adalah segala hal, baik itu pemahaman, pengetahuan, aktivitas, kemampuan, ataupun karakteristik yang bisa “mengaktifkan” jiwa kepemimpinan seseorang sehingga potensi terbaiknya bisa terkuak. Role-enabler harus disusun sebelumnya oleh organisasi sesuai dengan level organisasi.
Pada intinya, metode action learning adalah cara untuk menerjemahkan pengalaman kedalam pengetahuan yang bisa dikonsepkan dan dipelajari. Media pembelajarannya yakni dengan melakukan berbagai problem solving (memecahkan masalah). Dengan menghadapi berbagai masalah yang dihadapi ketika menjalankan peran sebagai pemimpin, kapabilitas yang dimiliki seseorang secara tidak langsung akan teruji. Ketika ia berhasil memecahkannya dengan baik, disaat yang sama kemampuan leadership-nya pun akan meningkat.
Secara praktis, aktifitas yang dilakukan dalam metode action learning ialah mengambil pelajaran dari pengalaman, mengonsepkannya kedalam suatu yang lebih sederhana, kemudian membuat generalisasi dari konsep tersebut.

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator