Ditulis oleh :


Do It Now! Kerjakan sekarang! Waktu tak akan pernah menunggu. Waktu tak pernah berkompromi pada kita. Waktu terus berjalan tanpa mau menengok kesibukan kita atau sikap santai kita. Sebagai seorang pemimpin sejati, waktu sangatlah berharga tiap detiknya. Pemimpin sejati akan selalu memulai sesuatu sebelum orang lain memulainya. Mengingat satu kalimat dari Aa Gym, yaitu prinsip 3M : Mulai dari hal kecil, Mulai dari diri sendiri dan Mulai dari sekarang. Itu mungkin merupakan salah satu rumusan aplikatif yang tepat bagi pemimpin sejati.
Pemimpin sejati merupakan pribadi yang bisa menyeimbangkan antara kepemimpinan diri sendiri dengan kepemimpinan publik. Sebelum menginjak pada jalur kepemimpinan publik, pemimpin sejati harus mempunyai basic yang kuat dari kepemimpinan pribadinya. Kepemimpinan pribadi ini merupakan akumulasi dari tulisan yang telah dipaparkan oleh penulis pada bab-bab sebelumnya, mulai dari TALK hingga LESS. Dimulai dari mengaktifkan jiwa kepimpinan kita sampai dengan bersyukur atas kemampuan yang ada pada diri kita, semua itu merupakan modal yang potensial untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu DO IT NOW! Kerjakan sekarang apa yang telah kita bicarakan. Tahapan DO ini merupakan output dari TALK dan LESS. Dalam tahapan DO, menurut penulis ada 3 faktor penting yang menunjang untuk dapat menjalankannya dengan baik, yaitu mengacu pada sikap-sikap pemimpin sejati. Ada 3 sikap yang harus dimiliki pemimpin sejati untuk dapat segera melaksanakan DO ini, yaitu Manajemen Waktu, Percaya Diri dan Sifat Kreatif. Berikut akan coba dipaparkan secara rincinya, enjoy it.

Manajemen Waktu
The time will not be waiting for us....
Ungkapan yang tepat dalam menyikapi waktu yang terus berjalan tanpa ada jeda sedikitpun, dimanapun Anda berada dan pada kondisi apapun, waktu akan bergerak pada keteraturan yang sama, walaupun pada kondisi tertentu terkadang seperti berjalan sangat cepat kadang pula sebaliknya sangat lambat, hal inilah yang diungkapkan oleh Albert Einstein bahwa waktu adalah relatif, yaitu bilamana seseorang menggunakan waktunya untuk hal-hal yang ia sukai  maka waktu akan terasa seolah-olah sangat cepat berlalu namun apabila waktu yang ia gunakan untuk hal-hal yang kurang ia sukai maka seolah-olah waktu akan berjalan sangat lambat. Namun pada realitanya waktu yang berlalu adalah sama kadar absolutnya.
Semua mahkluk yang hidup di dunia ini mengalami dan memiliki waktu yang sama yaitu satu hari 24 jam, namun masih ada saja diantara sebagian manusia yang merasa bahwa waktu 24 jam yang dia gunakan belum cukup, sehingga terkadang ada ungkapan “andai aku memiliki waktu lebih dari 24 jam, aku akan....bla...bla...bla..bla....”.
Bila dicermati, tidak salah memang seseorang yang ingin memilki waktu lebih dari 24 jam dalam sehari, karena bisa saja dia merasa belum maksimal dalam menjalani hidup kesehariannya, namun hal ini sangatlah mustahil, sesulit membalikkan telapak kaki, tidak satupun manusia di bumi ini yang memiliki waktu 25 jam selama satu hari, jangankan menambah satu jam, menambah sepersekian detikpun akan mustahil.
Waktu begitu berharga bagi seorang remaja Muslim. Dapat dilihat, kebanyakan kita kurang dapat mengatur waktu dengan baik. Akhirnya, semua tugas jadi tertunda dan tertunda. Jadinya menumpuk dan urusan yang lebih urgent jadi terbengkalai. Lantas siasat apa yang akan kita lakukan untuk dapat memaksimalkan waktu 24 jam yang tidak dapat ditambah walau sedikitpun itu, berikut ini adalah uraian dalam megatur waktu untuk memaksimalkan waktu 24 jam :
·         List kegiatan yang akan dilakukan
Buat daftar kegiatan yang harus kita lakukan. Tidak hanya sebagai pengingat tapi juga sebagai alat agar kita bisa mengatur waktu kapan harus selesai dan berapa lama kegiatan itu dikerjakan, hal inilah yang Allah perintahkan kepada umat Islam pada khususnya dan umat manusia pada umumnya.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS. Al-Hasyr: 18)

Kata “hendaklah” (merupakan keharusan) memperhatikan apa yang telah dilakukannya untuk esok, dalam hal ini kata “telah” menunjukan seseuatu yang telah dikerjakan namun kata telah ini diiringi dengan waktu yang akan datang yaitu “esok”. Kalimat ini menunjukan bahwa manusia diharuskan membuat sebuah perencanaan kegiatan yang akan dilakukan esok harinya.

·         Kegiatan yang detail dan timeline
Merencanakan aktivitas yang akan dilakukan esok hari bukan hanya me-list poin-poin kegiatan, namun dalam membuat rutinitas harian kita sebaiknya harus me-list dengan detail disertai dengan timeline yang tepat. Manajemen waktu yang baik akan menunjukkan organisasi yang baik pula. Sebuah perencanaan yang baik adalah ibarat sebuah maket atau sketsa sebuah rumah yang akan dibangun, apabila dalam membuat sebuah rumah tidak diawali oleh maket dan sketsa yang detail maka rumah yang akan dibangun akan selalu bongkar pasang dan akan memakan waktu yang lama, bahkan bisa dipastikan akan terbengkalai, begitupun halnya kegiatan yang akan kita lakukan.

 “Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (QS. Ash-Shaff: 4)

Tidak mungkin ada bangunan yang kokoh tanpa pondasi dan penyangga-penyangga yang kuat dan tersusun rapih, oleh karenanya dalam membangunnya diperlukan sketsa dan maket yang membantu menunjang tata letak bangunan tersebut.
·         Realisitis
Ketika kita sudah mampu menjadwal kegiatan dengan timeline, yang perlu diperhatikan adalah kita jangan memasang target waktu yang tidak masuk akal, berikan waktu tambahan dari estimasi waktu yang diperkirakan. Karena kadangkala ada tugas-tugas yang besar dan memakan waktu yang lama, misalnya bagi seorang mahasiswa yang diberi tugas membuat sebuah karya tulis ilmiah, maka yang kita lakuakan adalah pecahkan tugas besar tersebut menjadi tugas-tugas kecil agar memudahkan kita untuk menyelesaikannya karena kita sudah menyelesaikan tiap langkah satu persatu dengan timeline yang baik. Jangan sampai kita tidak realistis karena mengejar deadline tanpa memerhatikan aktivitas lainnya maka akan terjadi rentangan target baik pada aktivitas yang sedang kita kerjakan atau aktivitas lainnya yang kita korbankan.

·         Building good habit
Buat kebiasaan baru yang bisa membuat waktu kita lebih berharga. masalah utama dalam manajemen adalah menginvestasikan waktu sekarang untuk kegiatan-kegiatan yang mendatangkan manfaat dikemudian hari. Mengerjakan suatu hal yang tepat dengan urutan yang tepat akan menghemat banyak waktu dan tenaga, namun kadangkala kebiasaan-kebiasaan buruk yang masih melekat pada diri seseorang membuatnya lebih nyaman akan kondisinya saat itu, sehingga akan melenakan dirinya. Misalnya seseorang yang mempunyai kepercayaan diri maka ia akan mudah beradaptasi dengan seseuatu yang baru, kepercayaan dirinya akan mendorong dia untuk melakukan hal yang belum pernah dicoba sebelumnya (trial and error), dan apabila ia gagal ia akan bangkit kembali dan menganggap kegagalan tersebut sebagai pembelajaran. Berbeda dengan orang yang tidak percaya diri maka ia akan mudah menyerah dan selalu khawatir.

·         Reminder
Dalam diri manusia terdapat dua sisi yang kontradiksi, sehebat apapun manusia membangun good habit dan character, manusia pasti memiliki sisi lemah dan buruknya, contohnya walaupun seseorang selalu tekun dalam melaksanakan setiap tugas-tugasnya (jobs) dan selalu berusaha untuk tepat waktu, namun ketika ia lupa, maka lenyaplah ketekunannya, dan tugas itu pun akan terbengkalai. Oleh karennya sangat diperlukan penggunaan reminder (pengingat) pada To Do List yang telah dijadwalkan. Kita bisa menggunakan HP atau alarm jam tangan, ataupun kalender kerja dan tools lainnya yang akan membantu kita dalam mengingat berbagai pekerjaan yang akan dilakukan.

·         First Things First
Inti dari manajemen waktu adalah prioritas, kegiatan mana yang harus didahulukan maka dikerjakan pertama kali supaya bisa melakukan pekerjaan lainnya, dan berapa lama prosesnya. Dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan first thing first.


Semua orang tahu tentang prioritas. Bahkan semua orang seringkali menjadwalkan kegiatannya berdasarkan prioritas ini. Anehnya, jadwal yang baik bukanlah jadwal yang fleksibel. Jadwal yang padat memang terlihat keren bagi orang yang melihatnya.
Menurut pengarang buku “Seven Habits” Stephen R. Covey, ada empat level kepentingan dengan mempertimbangkan dua aspek, urgency (kemendesakan) dan importancy (kepentingan) yaitu: (1) urgent and important, (2) not urgent but important, (3) urgent but not important, (4) not urgent and not important.
Kuadaran I adalah situasi genting namun tidak penting. Sebagian dari kita berada di tempat ini. Kita kelelahan akan banyaknya hal - hal yang harus ditangani segera, hari ini juga, detik ini, dan tidak berpengaruh besar terhadap masa depan kita. Jika Anda seorang pengusaha, maka bisa saja Anda disibukkan dengan komplain pelanggan, penawaran supplier, atau mengurusi utang-piutang yang jatuh tempo. Semua kegiatan ini penting dan genting. Untuk saat ini.
Sementara hal yang sangat penting namun tidak mendesak, berada di kuadran II, seperti mengenai kemajuan dan prospek masa depan perusahaan Anda, tidak pernah diutak-atik sama sekali. “Mana sempat! Udah terlalu banyak hal yang harus dikerjakan yang harus diselesaikan saat ini juga!”. Memikirkan pengembangan perusahaan memang penting, sekaligus juga tidak genting  (Coba pikirkan dalam - dalam, benarkah masa depan perusahaan Anda itu penting namun tidak genting?)
Kuadran III adalah tempat bagi orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Orang yang selalu mengecilkan hal-hal yang besar dan memrioritaskan hal-hal yang tidak penting dan sia-sia namun menyita waktu. Ah, cukup banyak dari kita yang kadang-kadang mampir untuk beristirahat sejenak di kuadran ini. Siapa sih yang tidak pernah membuka facebook pada jam-jam kuliah?
Terakhir, kuadran IV adalah tempat kaum MaDeSu alias Masa Depan Suram. Karena mereka tidak tahu hal lainnya selain menyenangkan diri sendiri. Tidak ada yang penting dan juga tidak ada yang genting! Nikmati saja, mengalir saja seperti air dan akhirnya malah terbawa arus.


Waktu adalah Uang!
Sebenarnya kalimat ini agak salah. Waktu bertentangan dengan uang. Mencari uang berarti mengurangi waktu pribadi. Sebaliknya, mencari waktu berarti kehilangan uang. Demikian pula dengan masa depan kita. Masa depan ditentukan mulai dari sekarang. Jika kita terbiasa mengatur waktu pribadi kita supaya  efektif dan efisien maka masa depan cerah menanti kita di depan. Jika dikatakan waktu adalah pedang maka sesungguhnya waktu memiliki sifat akan memotong usia perjalanan kita di dunia ini, sebenarnya ketika manusia bertambah umurnya pada hakikatnya adalah umur masa kontrak hidup di dunia semakin berkurang.

Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Al Fawaid berkata,
Menyia-nyiakan waktu itu lebih parah dari kematian. Karena menyia-nyiakan waktu memutuskanmu dari (mengingat) Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanya memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.

PERCAYA DIRI

Percaya diri merupakan modal dasar untuk mengahadapi tantangan hidup. Percaya diri membuat kita akan selalu berpikir positif terhadap segala hal yang terjadi. Hal ini bisa kita lihat dari bagaimana seseorang menilai dirinya bahwa apa yang dipikirkannya akan memengaruhi perilakunya dalam kehidupan sehari-hari. Percaya diri akan mengantarkan Anda pada kesuksesan, karena dengan percaya diri, seseorang akan selalu semangat dalam menjalani hidupnya dan akan lebih merasa nyaman dalam menghadapi berbagai masalah karena memiliki cukup bekal dalam mengatasinya.
Percaya diri adalah suatu sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Rasa percaya diri, jika direalisasikan secara penuh adalah sebuah pengalaman yang membuat kita merasa layak dan dibutuhkan. Atau lebih tepatnya lagi, rasa percaya diri itu adalah :
1.      Keyakinan yang kita miliki terhadap kemampuan berpikir untuk mengatasi setiap tantangan dalam hidup.
2.      Keyakinan kita terhadap hak yang kita miliki untuk sukses dan bahagia, menghargai diri sendiri, berhak dan layak untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan dan kita inginkan, mencapai apa yang kita cita-citakan, dan menikmati buah dari hasil usaha yang kita lakukan.

Memercayai pikiran dan menyadari bahwa diri kita berharga adalah inti dari rasa percaya diri. Rasa percaya diri adalah motivator yang akan menginspirasi tindakan kita sehingga rasa percaya diri itu akan mempengaruhi tindakan kita. Ini adalah hubungan yang besifat dua arah.
Ada hubungan timbal balik antara tindakan dan rasa percaya diri yang kita miliki. Tingkat rasa percaya diri akan mempengaruhi tindakan kita, dan bagaimana kita akan bertindak akan mempengaruhi tingkat rasa percaya diri kita.
Al-Qur'an sebagai rujukan pertama juga menegaskan tentang percaya diri dengan jelas dalam beberapa ayat-ayat yang mengindikasikan percaya diri seperti:

"Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Ali Imran: 139)

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fusshilat: 30).
Ayat-ayat di atas dapat dikategorikan dengan ayat yang berbicara tentang persoalan percaya diri karena berkaitan dengan sifat dan sikap seorang Mukmin yang memiliki nilai positif terhadap dirinya dan memiliki keyakinan yang kuat.
Dari ayat di atas nampak bahwa orang yang percaya diri dalam al-Qur'an di sebut sebagai orang yang tidak takut dan sedih serta mengalami kegelisahan adalah orang orang yang beriman dan orang-orang yang istiqomah. Banyaknya ayat-ayat lain yang menggambarkan tentang keistimewaan kedudukan manusia di muka bumi dan juga bahkan tentang keistimewaan umat Islam sebagai ayat-ayat yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Pengembangan sifat percaya diri  adalah menerima dengan sepenuh hati dan kerelaan setiap anugrah dan pemberian Allah yang ada pada diri kita . Oleh sebab itu, kembangkanlah, tumbuhkanlah dan dapatkanlah manfaat diri sendiri sebagai penghargaan terhadap diri sendiri. Bukankah pada diri kalian juga terdapat tanda kekuasaan Allah?
Allah berfirman :

“Dan (juga) pada dirimu sendiri ( terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah ). Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzaariyaat : 21)

Dijelaskan dari potongan ayat ini bermaksud bahwa setiap insan mempunyai potensi sendiri dan tau kemampuanya sendiri. Bukankah setiap apa yang diterima oleh kita baik dan buruknya adalah sesuai kemampuan kita dan hanya kita sendirilah yang tau potensi diri sendiri. Maka kembangkanlah suatu potensi diri. Anda tak usah gusar atau merasa kecil hati atas apa yang Allah berikan untuk diri anda karena hal itu adalah baik dan sesuai untuk anda tanpa anda ketahui .
Allah telah berfirman :

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya….” (QS. Al-Baqarah : 286)
Satu kenikmatan pada anda adalah sifat percaya diri ini karena jika sifat ini dikekalkan dalam hati akan membawa kedamaian kepada hati anda sendiri namun banyak orang yang menirukan dan mengikuti gaya orang lain karena ia kurangnya bersyukur atas apa yang Allah berikan pada dirinya itu.
Firman Allah :

”...sebenarnya Allah Dialah yang melimpahkan ni'mat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan...". (QS. Al-Hujurat : 17)

“... Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”. (QS. Saba’:13)

Dalam kehidupan sehari-hari, tumbuhkanlah sifat keyakinan pada diri anda karena itu akan menyelamatkan diri anda. Kegagalan bukan milik anda, jika sifat rasa percaya diri ada didalam jiwa anda. Sesungguhnya orang akan menderita jika ia tidak memahami dirinya sendiri dan mencintai dirinya sendiri dari mengekalkan sifat rasa percaya diri ini. Semangat anda dalam meniti sifat ini akan meninggalkan satu ilmu yaitu pengajaran yang amat bermanfaat bagi diri sendiri. Juga tentunya itulah anugrah yang terindah bagi diri sendiri.
Firman Allah :

“,,,Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (QS. Al-Israa’:70)

Dari sinilah kita harus bisa memahami diri sendiri dengan sifat percaya diri yang tentunya akan mendidik dalam hal kebaikan. Maka mulailah kembangkan kemampuan diri sendiri dan mulai meninggalkan gaya hidup orang lain yang akan menyiksa diri sendiri.
Betapa banyak potensi yang terbuang sia-sia dan menghilang begitu saja dikarenakan para pemilik potensi tersebut tidak menyadari nilai segenap kemampuan yang telah Allah limpahkan kepada mereka. Berapa banyak para remaja dan pemuda yang kehilangan kesempatan baik dan masa depan gemilang hanya karena mereka tak kuasa memamerkan kemampuan mereka. Dan hanya karena para pemilik potensi tersebut tidak memiliki rasa percaya diri, menguaplah berbagai kapabilitas yang menghasilkan karya-karya dan kerja-kerja luar biasa.
Orang Islam adalah kaum yang sepantasnya percaya diri. Sebab kekuatan yang ada pada dirinya digantungkannya kepada kekuatan yang mengatur alam ini, yaitu Allah Yang Maha Kuasa.
Barangsiapa yang percaya kepada Tuhannya, tidaklah merasa takut dan gentar berenang didalam lautan hidup ini. Dia tidak percaya bahwa akan ada suatu kekuatan dialam ini yang sanggup merintangi cita-citanya, kalau tanpa ijin dari Allah. Dia tidak percaya bahwa dia akan ditimpa bahaya kalau tidak telah tertulis dalam ilmu-Nya dan dia selalu berbaik sangka kepada Tuhannya.
Mulai saat ini, renungkanlah betapa pentingnya berpikir positif terhadap diri sendiri karena hal itu akan memunculkan suatu penghargaan terhadap diri sendiri dan akan mempengaruhi bagaimana kita berperilaku dalam kehidupan sehari-hari. Munculkanlah rasa percaya diri anda sendiri, jika bukan anda siapa lagi yang akan memunculkannya karena hanya andalah yang mengetahui potensi anda dan anda pula yang dapat membangkitkan potensi tersebut. So, berilah kesempatan pada diri anda untuk memunculkan dan mengembangkan rasa percaya diri tersebut.

Pemimpin yang Kreatif
Well..let’s talk about The True Leadership
True Leadership atau kepemimpian sejati dapat dimaknai dalam berbagai rangkaian kata, misalnya:
·         Kepemimpinan sejati merupakan akumulasi dari banyak faktor-faktor pembentuk kepemimpinan.
·         Kepemimpinan sejati juga merupakan refleksi dari adaptasi diri pribadi terhadap perubahan yang terjadi dalam diri sendiri ataupun lingkungan.
·         Kepemimpinan sejati tercipta dari kegigihan diri untuk merubah diri dan lingkungan ke arah yang lebih baik.

Banyak faktor yang dapat dijadikan indikasi dalam merumuskan kepemimpinan sejati, diantaranya adalah seorang pemimpin sejati bisa dilihat dari pribadinya yang berintegritas tinggi, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, memiliki kemampuan dalam me-manage waktu serta kreatif dalam berfikir dan bertindak.
Kreatifitas menjadi salah satu hal yang menarik jika kita tengah membicarakan kepemimpinan sejati. Karena kreatifitas bisa menimbulkan banyak makna beragam. Namun singkatnya, kreatifitas (jika dilihat dalam sisi kepemimpinan) adalah tindakan pemimpin yang unik dan tidak umum. Umumnya seorang pemimpin ini bertindak secara reaktif, jadi pemimpin baru akan bertindak jika ada hal-hal yang berjalan di luar ketetapan. Nah, Sikap reaktif ini berbeda dengan sikap kreatif. Sikap kreatif menuntut seorang pemimpin harus berfikir out of the box atau berpikir di luar kebiasaan, jadi tidak menunggu sesuatu terjadi baru bertindak, namun menyiapkan diri untuk mengatasi sesuatu dengan bertindak lebih dulu dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.
Kreatif ini adalah kemampuan otak paling tinggi. Kenapa begitu? Karena kemampuan berkreasi atau berinovasi adalah gabungan dari kemampuan berfikir otak, akal dan imajinasi yang dimiliki. Contohnya, kita lihat saja Om Steve Jobs (atau lebih akrab kita sapa kakek?) yang telah meninggalkan dunia ini namun karyanya tetap mendunia. Mengapa sampai om Steve Jobs tiada dunia tetap mengenangnya? Jawabannya karena kepemimpinannya yang kreatif dan visioner. Dalam catatan sejarah dunia tekhnologi, karya-karya om Steve di barisan produk Apple dan sentuhannya di perusahaan animasi Pixar telah menorehkan kesuksesan yang fenomenal. Kini, iPod, iPhone, iPad dan beragam komputer Mac telah mendunia dan menjadi tren global serta dikenal dengan merk berkualitas tinggi. Inovasinya yang melegenda ini mempunyai resep rahasia. Salah satu resep rahasia ini saya dapat ketika Om Steve diwawancarai oleh MSNBC/Newsweek, om Steve berkata : “Kita mencoba untuk membuat sesuatu yang lebih menyeluruh dan sederhana. Saat kamu pertama kali mecoba memecahkan masalah, solusi yang pertama muncul yang kamu dapat pikirkan adalah yang sangat rumit dan kebanyakan orang berhenti di situ. Namun, kalau kamu terus berjuang, dan menantang permasalahannya serta mengupas lapisan demi lapisan bawangnya, kamu akan sampai pada solusi yang sangat elegan dan sederhana.” . Dari perkataan om Steve tadi bisa kita lihat bahwa om Steve mempunyai sifat tidak pantang menyerah dan terus berusaha, itulah yang membuat om Steve dapat menciptakan produk-produk yang kreatif dan inovatif. Nah, jika ditarik benang merahnya dari kisah Om Steve diatas adalah sebuah kelebihan bagi seorang pemimpin jika ia mempunyai sifat kreatif, karena dengan sifat kreatif itulah yang akan membuat seorang pemimpin dikenal dan dikenang.
Kesimpulan sementara yaitu kreatifitas adalah satu hal yang penting yang harus dimiliki pemimpin. Setuju kan? Berikut saya lampirkan hal-hal apa saja sih yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin yang kreatif, yaitu:
·         Seorang pemimpin yang kreatif harus belajar dari masa lalu, namun siap untuk beradaptasi dengan masa depan.
·         Seorang pemimpin yang kreatif harus mendasari semua keputusan dengan nilai-nilai dasar sambil mecari cara yang baru dan inovatif untuk mengekspresikan nilai-nilai tersebut.
·         Seorang pemimpin kreatif mengenali bahwa setiap orang adalah individu yang unik.
·         Seorang pemimpin kretif menganggap setiap hubungan sebagai salah satu kesempatan untuk memberi dampak kepada orang lain dan menginspirasi orang itu untuk menunjukan kemampuan terbaiknya.
·         Seorang pemimpin kreatif juga mengenali kelemahan sebagai suatu kesempatan untuk bertumbuh dan berkembang dan mengubah secara total sebuah kelemahan menjadi sebuah kekuatan.
·         Seorang pemimpin kreatif secara terus menerus memperbaharui mata air kreatifitasnya yang ada dalam kepercayaan dan nilai-nilai dasarnya. Ia mengambil waktu untuk merefleksikan dan memberi makan semangat kreatif di dalam dan mengembangkan iman dan nilai-nilai spritual dimana seluruh solusi kreatif itu muncul.[1]

Dari pemaparan ciri-ciri pemimpin kreatif di atas, ada dua kata substansial yang disorot yaitu kata “spritual” dan “kreatif”. Bagaimana kedua kata ini bisa dihubungkan? Sebelum membahas lebih jauh, saya ingin menjelaskan alurnya terlebih dahulu. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kreatif merupakan sifat yang dimiliki manusia yang merupakan gabungan dari akal dan imajinasi. Jadi kreatifitas ini merupakan hasil olahan imajinasi sampai pada tingkat mencipta/berinovasi. Nah, dari buku Ustad Anis Matta, Model Manusia Muslim Abad XXI , saya menemukan kemampuan berpikir yang perlu dibangun dalam menjadikan seorang pemimpin sampai pada tahap mencipta (kreatif). Kemampuan berpikir tersebut harus dikembangkan, dan sebelum itu kita harus mengetahui proses pembelajarannya, yaitu :
1.      Menyerap,
2.      Menyimpan (fungsi otak secara biologis),
3.      Mengelola (ini adalah fungsi akal), dan
4.      Menciptakan (menciptakan sesuatu yang baru dari akumulasi informasi-informasi yang diperoleh).

Yang perlu ditingkatkan untuk menjadi seorang pemimpin yang kreatif adalah dua proses pembelajaran terakhir yaitu mengelola dan berimajinasi untuk sampai pada tingkat “mencipta” atau kreatif.
Untuk sampai pada tingkat kreatif, maka ada hal-hal tentang kemampuan berpikir yang perlu dibangun dalam pribadi seorang pemimpin, yaitu: kemampuan daya serap, kemampuan daya seleksi dan kemampuan menggambarkan.
Pertama, kemampuan daya serap ini sangat erat kaitannya dengan panca indera yang kita miliki yang lalu dihubungkan dengan kerja otak kita. Tiga panca indera utama yang sering digunakan adalah penglihatan, pendengaran dan perabaan. Melalui ketiga panca indera utama itulah kita dapat mengembangkan potensi otak kita. Saat kita masih balita, ketiga panca indera utama ini merupakan andalan kita untuk dapat berinteraksi karena pada balita kemampuan akalnya masih belum banyak digunakan. Semakin besar manusia, semakin lemah fungsi panca inderanya dan semakin kuat akalnya. Semakin tua manusia, fungsi akal juga semakin menurun dan yang bekerja adalah fungsi spiritual.
Ketika manusia beranjak dewasa, maka fungsi panca indera tadi sudah disinergikan dengan kemampuan otak/ akalnya yang terus meningkat. Kemampuan akal ini juga bergantung pada seberapa sering otak manusia memperoleh informasi dan mengolahnya. Untuk mendapatkan kemampuan otak yang maksimal maka manusia perlu mendayagunakan dengan baik panca inderanya. Informasi yang ditangkap oleh panca indera kemudian dimasukan dalam otak dan disimpan. Lalu akal mengelola informasi tersebut. Hasil dari pengelolaan itu keluar dalam bentuk pemikiran-pemikiran yang diutarakan oleh manusia. Pemikiran tersebut bisa merupakan pemahaman atau bisa juga merupakan penciptaan.
Setiap manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam menjalankan fungsi panca inderanya, misalnya, ada tipe manusia yang dominan menggunakan indera pendengarannya ketika belajar atau ada juga yang lebih dominan menggunakan indera penglihatannya, hal ini disebabkan karena tiap individu mempunyai tingkat kemampuan dan kecerdasan yang berbeda-beda. Namun memamg lebih baik ketika kita dapat mendayagunakan seluruh panca indera kita, karena semakin banyak indera yang bekerja maka semakin mudah pula kita memahami sesuatu. Seperti misalnya saat kita menonton TV. Saat kita menonton TV indera pendengaran dan penglihatan kita bekerja bersama-sama, hal inilah yang membuat kita mudah memahami apa yang disajikan oleh TV dibanding dengan apa yang disajikan oleh radio. Kemampuan kita menyerap informasi ini akan berdampak pada kemampuan selanjutnya yaitu kemampuan daya seleksi.
Yang kedua kemampuan daya seleksi adalah kemampuan kita menganalisis dan membuat analogi-analogi. Daya seleksi ini dapat ditunjang dengan kemampuan akal kita dalam mengolah informasi serta menyajikannya dalam alam sadar kita. Mengapa harus dalam alam sadar? Karena jika dalam alam tidak sadar maka itu berarti akal kita tidak bekerja. Misalnya ketika kita menonton TV, indera yang bekerja adalah mata dan telinga dan ini membuat kemampuan analisis kita menurun, akal tidak bekerja sebab yang bekerja adalah panca indera. Akibatnya semua yang kita lihat di TV direkam oleh otak kita dan meniru tanpa sadar, misalnya ketika teman kita mengatakan “Ciyusss??” maka akan dengan refleks kita meniru apa yang telah otak kita rekam yaitu dengan menjawab “miyapaah??”. Ketika kita meniru ini berarti yang bekerja adalah alam bawah sadar kita, sehingga daya seleksi kita tidak bekerja.
Daya seleksi juga berpengaruh dalam membuat analogi-analogi dari informasi-informasi yang telah otak kita rekam, misalnya ketika kita menonton film Conan tentang kasus pembunuhan, maka akan ada bukti-bukti atau informasi-informasi yang didapat yang selanjutnya akan kita kaitkan satu persatu sehingga kita dapat menyusun dan mengklasifikasikannya yang kemudian akan membawa kita pada satu kesimpulan, siapa pembunuhnya.
Proses mengait-ngaitkan hingga akhirnya membuat kesimpulan ini adalah puncak dari kemampuan daya seleksi yang akan menyambungkan kita dengan daya kemampuan yang ketiga yaitu kemampuan menggambarkan.
Kemampuan ketiga adalah kemampuan menggambarkan. Ini adalah puncak kemampuan manusia yaitu mencipta. Kemampuan menggambarkan ini adalah akumulasi dari daya serap dan daya seleksi sehingga tercipta suatu hal yang baru. Contohnya bisa kita lihat dari cara kerja seorang arsitek yang sebelum mendirikan sebuah rumah, maka akan dianalisis dulu kondisi tanahnya, struktur rumah yang ada di sekelilingnya, luas tanah yang tersedia dan pasokan bahan-bahan material yang tersedia. Setelah menganalisis itu semua, baru arsitek tersebut menyebutkan rumah seperti apa yang akan ia dirikan. Inilah yang disebut dengan penciptaan.
Orang yang memiliki daya cipta mempunyai kemampuan menggambarkan sesuatu dengan baik. Penggambaran sesuatu itu meru[akan hasil dari analisis data yang kuat. Disini, imajinasi bertemu dengan data dan menghasilkan sebuah penciptaan yang baru. Begitu juga dengan seorang pemimpin, ketika seorang pemimpin mempunya paduan dari tiga kemampuan ini, maka ia akan beranjak menjadi seorang pemimpin yang kreatif.



Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator