Ditulis oleh :


Kematian seribu orang ahli ibadah yang selalu shalat malam dan berpuasa di waktu siang, itu lebih ringan dari pada kematian orang cerdas yang mengetahui hal-hal yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah”.
(Umar Bin Khattab)

Knowledge atau pengetahuan merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki seorang leader. Bagaimana ia akan memimpin dan menjelaskan arah labuhnya jika ia tidak memiliki pengetahuan yang baik. Pemimpin menjadi central dari setiap keputusan dan kebijakan. Jika pemimpin berpengetahuan buruk, maka besar kemungkinan buruk pula keputusan yang diberikan. Sederhananya pemimpin untuk diri sendiri, maka ketika pikirannya jelek, maka aktifitasnya menjadi jelek pula. Sebegitukah sampai Allah sindir perbuatan manusia di dalam Al Qur’an,

Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. (QS. Ar-Ruum 36)

Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).(QS. Asy-Syuura 48)

Tapi Allah berkata lain dalam percakapan-Nya dengan para malaikat. Allah memberikan pembelaan-Nya untuk kedudukan manusia di muka bumi, untuk menjadi seorang leader.

Dan ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat “aku hendak menjadikan khalifah dibumi.” Mereka berkata, “apakah engkau hendak menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji Mu dan menyucikan nama Mu?” Dia berfirman, “sungguh aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui”. (QS. Al-Baqarah: 30).

Perbincangan yang membuat kita sebagai manusia malu dihadapan-Nya, kedudukan malaikat yang sangat mulia dan suci, hanya saat itu Allah bantah untuk manusia bumi. Aku hendak menjadikan khalifah dibumi”. Begitu Allah sampaikan kepada malaikat. Kemudian Malaikat berkata “apakah Engkau hendak menjadikan orang yang akan merusak dan menumpahkan darah disana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?”. Antara pengabdian dan kedudukan malaikat di hadapan Rabb, antara kesadaran bahwa malaikat sebagai makhluk jua yang tunduk pada keputusan Sang pemilik jiwa, saat malaikat pun merasa khawatir dengan kelakuan manusia yang sering melakukan kerusakan. Keresahan dari kesucian cahaya ilahi itu, kemudian Allah tenangkan “sungguh Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui”.
Maka kemudian Allah menciptakan manusia dengan kesempurnaan-Nya, dengan memiliki akal yang mampu membedakan antara yang hak dengan yang batil, antara yang baik dan yang buruk. Dengan akal inilah manusia bisa berpikir dan menampung berjuta ilmu dalam pengetahuannya. Pengetahuan yang membawa manusia pada kehormatan, pengetahuan yang membawa pada pemahaman yang benar. Ibnul Qayyim berkata, benarnya pemahaman merupakan cahaya yang disemayamkan oleh Allah dalam hati hamba-Nya. Dengannya, ia dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, yang hak dan yang batil, petunjuk dan kesesatan, penyimpangan dan kelurusan.
Realitas saat ini tidak sedikit yang bergelar S2, S3 yang berkelit dengan kehinaannya dalam panggung kepemimpinan. Katakan saja KKN, aktornya bukan tidak memiliki ilmu dan pengetahuan, bukan tidak mengetahui bahwa itu jelek, akan tetapi ia tutupi kebenaran dengan sengaja menjerembabkan diri pada kehinaannya. Sedang Allah sudah sampaikan bahwa dunia adalah senda gurau belaka, dan akhirat sebenar-benar kehidupan. Inilah ujian seorang leader, dengan pengetahuan saja masih seperti itu, bagaimana jika tidak berpengetahuan sama sekali. Jahil-lah sudah negeri ini.
Menukil perkataan Umar Bin Abdul Ajiz r.a.,

Barangsiapa yang beramal tanpa didasari ilmu, maka unsur merusaknya lebih banyak daripada mashlahatnya”.

Knowledge, saat itulah bergumul pemikiran, pengetahuan, akal, dan gagasan yang akan diwujudkan dalam tindakan. Ketika pikirannya buruk, maka buruklah tindakan yang diwujudkan. Maka seorang pemimpin harus memiliki knowledge yang kuat, pemikiran yang baik, sehingga tonggak kepemimpinannya akan terwujud dalam kebaikan. Saat perwujudan knowledge dalam kebaikan, dan keluhuran iman. Umar Bin Khatab r.a. menyatakan, “kematian seribu orang ahli ibadah yang selalu shalat malam dan berpuasa di waktu siang, itu lebih ringan dari pada kematian orang cerdas yang mengetahui hal-hal yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah”.
***

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator