Ditulis oleh :


Aku bersumpah pada-Mu duhai Rabbi, takkan tenggelam itu marahari hingga kugapai hijaunya surga dengan picangku ini”.
(Nu’man Ibn Qauqal)

Setiap kali melaksanakan pertemuan, sang guru tidak pernah bosan menanamkan paradigma pada muridnya tentang satu hal, kata-kata Rasulullah S.A.W. sesungguhnya Konstantinopel itu pasti akan dibuka, sebaik-baik panglima adalah panglimanya, dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya”. Terus dan terus sang guru ulang kepada muridnya itu hingga paradigma yang tertanam kemudian tumbuh menjadi tunas harapan, mengakar kuat menjadi pohon keberanian, dan membuah pada keyakinan bahwa ia akan menggapai gelar itu, menjadi panglima terbaik sepanjang masa. Hal ini disampaikan sang guru kepada muridnya itu karena ia yakin bahwa pemuda itulah yang dimaksudkan oleh Rasulullah S.A.W. dalam haditsnya.
            Pada perang Khandak tepatnya, Rasulullah S.A.W. sudah menegaskan bahwa Konstantinopel akan dibuka dan jatuh ketangan kaum Muslim. Hingga akhirnya benar, perkataan Rasulullah S.A.W.  pun terbukti, Konstantinopel jatuh pada seorang pemuda yang setiap pertemuan selalu ditanamkan hadits Rasulullah S.A.W. oleh gurunya, dan murid itu adalah Muhammad Al Fatih.
Generasi saat itu menjadi titik balik perjuangan pada 800 abad silam, menjadi bukti nyata dari muara energi sang Nabi. Energi yang merambatkan harapan pada kehendak Allah S.W.T.
Pernah dengar konsep Law Of Attraction? Apakah ini termasuk kedalam konsep itu? Ketika Rasulullah S.A.W.-disamping pandangan kenabiannya-menyampaikan dengan keyakinannya bahwa Konstantinopel akan jatuh kepada Islam. Hingga akhirnya itu menjadi sebuah hal yang nyata. Kemudian Al Fatih yakin akan hasratnya menjadi panglima terbaik, hingga hasratnya ia dapatkan. Adanya pertemuan frekuensi antara dua energi yang sama.
The law of attraction membicarakan tentang daya tarik menarik antara energi yang sama. Law of attraction yang biasa kita kenal LOA atau hukum tarik menarik, ibarat kata, dunia ini dilingkupi dengan energi positif dan negatif. Ketika kita menumpahkan hasrat, pikiran dan rasa negatif, maka energi itu dengan sendiri akan menarik masuk energi negatif pada semesta. Sederhananya, adanya hubungan kuat antara dua energi dan frekuensi yang sama pada manusia dengan alam semesta. Jika kita percaya bisa melakukan suatu hal, maka alam semesta akan bergerak sesuai dengan keyakinan kita. Sederhananya seperti itu konsep kerja dari law of attraction. Sebuah tatanan kerja yang secara langsung mempertemukan antara energi alam dan frekuensi pelakunya.
Law of attraction tidak hanya bereaksi pada frekuensi kebaikan saja, akan tetapi juga bereaksi pada frekuensi keburukan. Sebagai contoh kebaikan adalah kisah Al Fatih di atas, namun tidak sedikit kisah yang membicarakan rencana buruk seseorang yang dicapainya juga.
Siapa sangka ucapan dari Theodore Herltz saat itu menjadi benar terwujud. Pada tahun 1898 ia mengungkapkan hari ini kuproklamasikan negara yahudi raya di Palestina, hari ini memang sangat pantas aku ditertawakan, tapi selambat-lambatnya 50 tahun lagi, aku yakin bahwa mereka yang mengabdi untuk zionislah yang akan tertawa”. Meskipun itu adalah keburukan, akan tetapi frekuensi yang ia berikan kepada semesta menjadi energi kuat yang saling menarik. Meskipun kejahatan, tapi ungkapannya terwujud, 1948 israel berdiri.
Dalam diri kita hampir 60.000 pikiran mampir dalam satu hari, artinya frekuensi yang dibentuk menjadi sangat banyak. Bayangkan, setiap detik ada ribuan energi yang menciprat loncat dalam neuron pikiran kita. Maka wajar jika kita periksa aura ke rumah sakit, maka warna yang paling kuat ada pada kepala kita.
Tatkala kita menumpahkan hasrat pada suatu hal maka saat itu pula semesta menjadi sekutu-sekutu yang siap membersamai hasrat yang tumpah itu untuk diwujudkan bersama dzikir dan tasbihnya.

Karena Semesta Memberikan Doa
Jika kita berpikir bahwa semesta ini benar memberikan frekuensi energi yang ditarik oleh energi yang kita keluarkan sehingga mampu mewujudkan apa yang menjadi keinginan kita, maka pada hakikatnya kita lupa akan suatu hal. Sejatinya bukan semesta yang memberikan energi pada segenap hasrat kita, melainkan semata karena Allah mempertemukan kehendak-Nya dengan keinginan kita.
Allah sudah sampaikan kepada kita semua bahwa semesta yang masing-masing berdoa dan bertasbih.

“….Apa yang dilangit dan dibumi bertasbih kepadaNya. Dialah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Hasyr : 24)

Tidak kah engkau (Muhammad) tahu bahwa kepada Allah lah bertasbih apa yang ada dilangit dan dibumi, dan juga burung yang mengepakan sayapnya. Masing-masing sungguh telah mengetahui cara berdoa dan bertasbih. Allah maha mengetahui apa yang mereka kerjakan”. (QS. An Nur : 41)

Sehingga wajar, ketika seseorang melakukan kebaikan, maka akan ada kebaikan lain yang mengikutinya. Saat langit, bumi dan seisinya menyaksikan kebaikan yang tertuang, maka saat itu pula selimut doa dari semesta menyelimuti manusia itu pada kebaikan yang lebih besar. Seperti yang dikatakan oleh Ust. Salim A. Fillah, maka seluruh alam semesta yang bertasbih memuji Allah itu pasti akan membantu kita mewujudkan tujuan kita.
Tatkala kita menumpahkan hasrat pada suatu hal, maka saat itu pula semesta menjadi sekutu-sekutu yang siap membersamai hasrat yang tumpah itu untuk diwujudkan. Sehingga memertemukan keinginan kita dengan kehendak Illahi Rabbi. Matahari, gunung, pohon, dan seluruh isinya bergerak pada magnet yang satu, pada frekuensi yang sama yaitu kebaikan.

Tidak kah engkau tahu bahwa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi bersujud kepada Allah, juga matahari, bulan, binatang, gunung-gunung, pohon-pohon, hewan-hewan yang melata dan banyak diantara manusia?.....(QS. Al Hajj: 18)

Kita Pinta, Allah Berikan
Saat itu saya temukan sebuah kisah pada buku Ust. Salim A. fillah “Jalan Cinta Para Pejuang”. Kisah itu kurang lebih seperti ini, lelaki itu sebetulnya pincang, namun Allah wujudkan cita-citanya untuk syahid di medan peperangan Uhud, saat dalam peperangan, ia berteriak “aku bersumpah pada-Mu duhai Rabbi, takkan tenggelam itu matahari hingga kugapai hijaunya surga dengan picangku ini”. Hingga akhirnya ia temui gugur di perang Uhud, dan Rasulullah S.A.W. pun sampaikan bahwa ia telah bercengkrama dalam hijaunya surga, dan kini ia tak lagi pincang. Lelaki itu adalah Nu’man Ibn Qauqal. Semoga kita semua pun dapat menapaki surga dan bercengkrama dalam hijaunya surga kelak. Amin.
Law of attraction, tarikan itu karena kita dorong dengan prasangka baik kepada Rabb, maka Allah pun menjawab prasangka itu dengan benar. Seperti yang diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad hasan dan Ibnu Hibban bahwa Allah berfirman Aku tergantung prasangka hamba-Ku kepada-Ku. Apabila ia berprasangka baik, maka kebaikan baginya dan bila berprasangka buruk, maka keburukan baginya”. Dari Abu Hurairah r.a., Nabi S.A.W. bersabda,

“Aku bergantung prasangka hambaKu kepadaKu, dan Aku akan bersamanya ketika ia mengingatKu”. (Muttafaq ‘Alaih).

Inilah rahasia dari energi semesta. Law of attraction, saat gelombang jiwa meliuk pada garis cakrawala, mendentingkan dawai tasbih langit dan bumi, maka saat itu juga melecut jauh panah kebaikan yang diselimuti prasangka baik pada Rabb, saat itu pula semesta menjadi sekutu yang membantu dalam mencapai kebaikan itu. Sungguh kita pinta, Allah berikan. Wallahua’lam.

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator