Ditulis oleh :


“Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpin.
(H. R. Muslim)

Dalam kitab Sahih Muslim (3408), diriwayatkan sebuah hadis oleh Ibnu Umar r.a, Dari Nabi SAW. bahwa beliau bersabda: “Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpin.
Dalam hadis tersebut telah dijelaskan bahwa setiap orang ditakdirkan sebagai seorang pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya, termasuk dalam memimpin dirinya sendiri. Oleh karena itu kita selaku insan yang berakhlak harus mampu menjadi seorang pemimipin. Walaupun hanya sekedar menjadi pemimpin untuk diri sendiri.
Lead Your Self dipandang perlu dalam rangka memaksimalkan peran kebermanfaatan untuk orang lain. Karena sebelum kita mampu memimpin diri sendiri, maka akan sulit untuk memimpin orang lain. Setidaknya ada lima prinsip menjadi leader bagi diri sendiri, yaitu yakin, tujuan hidup jelas, mengenal diri, bertanggung jawab, dan konsisten. Kelima prinsip tersebut saling berkaitan satu sama lainnya.

Yakin, Bertumpu di Keluhuran Iman
Secara logika tidak mungkin pasukan Muslim dapat memenangkan peperangan dalam arena Badr. Inilah rambat cinta penguasa langit dan bumi, tidak ada satupun yang mampu menghalangi kehendak-Nya. Keluhuran iman, menjadi kekuatan besar untuk seorang pemimpin. Keyakinan pada agama, kemampuan, dan keyakinan pada diri sendiri membantu pada nilai kepemimpinan yang baik. Pernah berkata seorang Al Banna, “Milikilah himmah atau keyakinan yang kuat, maka tidak akan ada satupun yang mampu menghalangi”. Inilah jalan juang para pemimpin. Mereka menjadikan keluhuran imannya sebagai dasar yang kuat menghujam dan mengakar untuk sebuah misi yang besar pada peradaban.
Lead Your Self, Menambatkan iman sebagai puncak dan dasar yang kuat dalam sebuah kepemimpinan. Keluhuran iman dan keyakinan mengalir kearifan, kesucian visi, dan keikhlasan bekerja.

Tujuan Hidup, Bervisi Akhirat
Begitulah Allah menjadikan keistimewaan untuk seorang manusia Muslim sejati. Ia telah mengajarkan kepada manusia bahwa akhirat sebaik-baik kehidupan. Sehingga visi seorang Muslim mampu meneropong lebih jauh dan dalam dibandingkan manusia lainnya. Visi akhirat menjadi visi utama dalam menjalankan setiap aktifitas.

" Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui" (QS Al Ankabut : 64).

Dengan penuh kesadaran, seorang Muslim sejati akan mengganti setiap haluan kerjanya untuk kepentingan akhirat. Begitupun seorang leader yang arif, ia akan menambatkan akhirat menjadi visi dalam kepemimpinannya. Karena yang ditanggung seorang leader bukan hanya tanggung jawab pribadi, melainkan tanggung jawab masyarakat dan umat.
Tujuan yang jelas akan mempermudah langkah dari sebuah kepemimpinan. Akan menjadi boomerang berbahaya jika seorang leader tidak memiliki tujuan jelas dari kepemimpinannya. Satu pertanyaannya, akan dibawa ke manakah negeri ini?
Islam sudah mengajarkan bingkai syariat yang mengiringi visi hidup seorang Muslim sejati. Dan Ibadah menjadi rangkaian dalam tujuan hidup membangun peradaban. Allah S.W.T. telah berfirman dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 yang artinya:

“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah (beribadah) kepada-Ku.”

Dalam hadis qudsi Allah S.W.T. telah berfirman:

“Hai anak adam, luangkan waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan kekayaan dan Aku menghindarkan kamu dari kemelaratan. Kalau tidak, Aku penuhi tangan mu dengan kesibukan kerja dan Aku tidak menghidarkan kamu dari kemelaratan.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Cermin Kaca, Kenali Diri
Sifat dari cermin itu sendiri ia mampu memperlihatkan sosok secara utuh bagi yang bercermin. Lihat saja jika Anda bercermin, mustahil jika yang muncul di cermin adalah wajah orang lain, tentunya Anda yang bercermin, maka wajah Anda pulalah yang akan muncul pada cermin.
Kurang lebih seperti itu kaidah yang muncul pada sebuah pemimpin. Ketika seseorang memimpin, maka sebetulnya ia memerlihatkan dirinya sendiri. Diriwayatkan oleh Ath Thabrani dari Anas r.a., “Seorang Mukmin adalah cermin bagi Mukmin yang lain”. Sehingga penting untuk seorang lead untuk mengenal diri dan terus berbenah. Sehingga kepemimpinan yang lahir akan menjadi baik, karena leader-nya pun baik.

Tanggung Jawab
Di atas sudah disampaikan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibn Umar r.a., “Ketahuilah! Masing-masing kamu adalah pemimpin, dan masing-masing kamu kan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang dipimpin”. Semoga kita semua dinaungi Allah dalam Rahmat-Nya, sehingga kita mampu menjawab dan menjelaskan pertanggung jawaban tentang apa saja yang telah kita perbuat selama hidup di hadapan-Nya kelak.
Sekiranya dunia ini menjadi ladang bagi mereka yang pandai berkelit untuk kepentingan dunianya, maka di akhirat kelak tidak akan ada mulut terbuka mencuap untuk senantiasa berkelit manis seperti yang selama ini di dunia banyak dari kita yang melakukannya-semoga Allah melindungi diri dan lisan kita-. Karena kita semua adalah terdakwa, maka bersiap siagalah! Hal ini pula dituturkan seorang penyanyi Crisye dalam syairnya,

Akan tiba masa, tak ada suara dari mulut kita
Berkata tangan kita, Tentang apa yang dilakukannya
Berkata kaki kita kemana saja dia melangkahnya
Tidak tahu kita, bila harinya
Tanggung jawab, tiba...
Rabbana, tangan kami, kaki kami, mulut kami, mata hati kami
***

Istiqamah, Rahasia Generasi Syurga
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istiqamah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen. Ust. Thalhah Nuhin, Lc pernah menuturkan beberapa versi tentang pengertian istiqamah, yaitu salah satunya dari Abu Bakar Shiddiq r.a. ketika ditanya tentang istiqamah beliau menjawab bahwa istiqamah adalah kemurnian tauhid (tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa dan siapapun). Kemudian menurut Umar Bin Khattab r.a. berkata: “Istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu sebagaimana tipu musang”. Sementara Hasan Bashri mengatakan: “Istiqamah adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksitan”.
Konsisten atau istiqamah adalah sikap yang terlihat mudah untuk kita jalankan, tapi sekaligus begitu sulit untuk diaplikasikan. Perlu kedisiplinan yang besar dalam menjalankan konsistensi dalam suatu hal. Maka pekerjaan yang paling sulit adalah istiqamah atau konsisten. Akan tetapi Allah memberikan reward yang sangat besar untuk mereka yang beristiqamah.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialahAllah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (Al-Ahqaf:13-14)

Tatkala seorang leader memegang tampuk kepemimpinannya, maka istiqamah menjadi sangat penting dalam melaksanakan roda kepemimpinan. Dan bahagialah, syurga menjadi janji dari Allah S.W.T., dan itu adalah balasan untuk pekerjaan-pekerjaan mulia.

Daya Kreatif
Menurut Hurlock (1978), Kreatifitas adalah suatu proses yang menghasilkan sesuatu yang baru apakah suatu gagasan atau suatu objek dalam suatu bentuk atau suatu susunan yang baru. Kreatifitas juga harus dimiliki setiap individu dalam rangka kepemimpinan pribadi menuju kepemimpinan sosial.
Mencoba hal yang baru, disertai imajinasi dan berani melakukan hal diluar kebiasaan akan meningkatkan kreatifitas seseorang. Siapa sangka Albert Einstein yang memiliki kekurangan dimasa kecilnya, ia merasa kekurangan dalam proses membaca, kini dunia science mengabadikan namanya dalam teori fisika. Ternyata ada rahasia yang disampaikan Einstein dibalik penemuannya, ia pernah mengungkapkan “imajinasi adalah segalanya”. Mungkin ini pula yang menjadikan imajinasi menjadi wahana kreatifitas yang membangun perubahan yang besar.
Banyak sekali manfaat dari kreatifitas dalam kepemimpinan pribadi. Sebagai contoh, orang yang kreatif akan lebih mudah dalam menghadapi permasalahan yang menimpa dirinya dibandingkan dengan orang yang tidak atau kurang kreatif. Ia juga dapat memberikan ide-ide cemerlang dalam rangka memberikan perubahan positif bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain. Inilah salah satu alasan penting adanya kreatifitas pada setiap individu sebelum ia merasa mampu memimpin orang lain.

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator