Ditulis oleh :


Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tutwuri handayani.
Di depan memberi contoh yang baik, ditengah memberikan dorongan semangat, dibelakang memberikan dorongan petuah.
(Ki Hajar Dewantara)

The True Leadership atau kepemimpinan sejati bukanlah memiliki arti pemimpin selalu benar, akan tetapi mengenai konsep kepemimpinan yang benar. Sudah banyak literatur yang menjelaskan tentang konsep kepemimpinan, diataranya kepemimpinan otoriter, demokratis, di belakang layar ataupun kepemimpinan siuasional.
Berangkat dari kepemimpinan itu sendiri, kepemimpinan memiliki arti kemampuan dalam memengaruhi orang lain. Sehingga seni memengaruhi orang lain bukan suatu hal yang mudah. Karenanya dia harus melihat peluang dari mana bisa memengaruhi sasarannya. Hal ini juga dipengaruhi oleh karakter dan pembawaannya dalam memengaruhi orang lain.
Sederhananya, ada lima hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, sehingga ia bisa dikatakan sebagai The True Leader. Hal ini pula yang menjadi rahasia sukses Muhammad bin Abdullah, Nabi kita dalam menjalankan tonggak kepemimpinannya. Sehingga wajar seorang Michael Hart menobatkan Nabi Muhammad S.A.W. sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia. Kelima hal itu adalah :

1.      Keteladanan
2.      Memberikan setoran
3.      Memiliki kompetensi
4.      Mampu menjelaskan
5.      Memerhatikan penampilan

Lima hal ini yang menjadikan pembeda antara konsep satu dengan lainnya. Karena lima hal ini memiliki basis yang baik dan merambatkan kebaikan kepada khalayak, yaitu dengan memerhatikan kepemimpinan pribadi, keseimbangan kepemimpinan pribadi dan publik, berpusat pada nilai-nilai luhur, memberdayakan diri sendiri dan orang lain, menekankan kelanggengan kepemimpinan.

Keteladanan
Keteladanan merupakan elemen seorang manusia yang di dalamnya memberikan contoh positif, kearifan, dan perubahan yang tercermin langsung dari dalam pribadinya. Pengaruh teladan menjadi ujung tombak dari kepemimpinan. Karena teladan ini bukanlah sebuah undang-undang atau regulasi yang dibuat oleh sekumpulan manusia. Akan tetapi teladan adalah energi murni yang lahir dari kepribadian yang murni pula.
Disinilah kekuatan teladan bekerja, bukan hanya pada kata semata akan tetapi pada tindak yang mulia. Siapa sangka saat perusahaan Piero mengalami krisis, 2500 karyawannya tidak hengkang dari posisi mereka. Bukan semata iba, akan tetapi disinilah keteladanan merambatkan energi sang leader Hariyanto, kepada karyawannya untuk tetap berdiri tegak ditengah krisis perusahaannya.
Begitu pula pada konsep kepemimpinan. Menjadi leader bukanlah hal mudah, faktor pertama yang dibutuhkan adalah dari pribadi pemimpin itu sendiri yaitu kepemimpinan pribadi. Seperti kata seorang tokoh Aa Gym, mulailah dari yang terkecil, mulai dari sekarang, dan mulailah dari diri sendiri. itu bukan slogan semata yang cukup kita dengar, akan tetapi sangat bermanfaat jika diaplikasikan. Karena pribadi yang kurang baik tidak mungkin menjadikan diri kita mampu dipercaya untuk memimpin sebuah urusan atau perubahan.
The True Leadership. Sadarilah bahwa keteladanan erat sekali dengan kepemimpinan pribadi. Karena teladan merupakan cermin dari pribadi itu sendiri. Sehingga dengan keberhasilan diri yang telah digembleng dengan konsep tersebut akan mudah untuk kita dalam memimpin yang lainnya, karena yang paling sulit adalah bukan memimpin orang lain akan tetapi memimpin diri sendiri. Maka menjadi polemik faham idola-isme, ketika seseorang salah mengidolakan maka ia akan salah dalam menjalani proses kehidupannya.


Memberikan setoran
Memberikan setoran bukanlah setoran dalam bentuk uang, akan tetapi dalam bentuk kebaikan-kebaikan kepada rekan kerjanya, staffnya, atau kepada yang dipimpinnya. Karena kebaikan itu akan memberikan pengaruh positif kepada orang lain. Ibaratnya ketika kita memiliki debit kebaikan kepada orang lain maka saat ingin mengredit / meminta tolong kepada orang lain, maka akan mudah. Begitu pula sebaliknya, ketika debit kebaikan kita sedikit kepada orang lain, maka nampaknya akan sulit untuk orang lain membantu kita.
Jika melihat tauladan kita Nabi agung Muhammad S.A.W., beliau telah memiliki debit kebaikan hampir pada setiap orang, maka tak salah jika orang lain sangat percaya karena debit kebaikan beliau yang begitu besar. Debit kebaikan itu juga yang mengantarkan gelar Al Amin kepada beliau. Konsep memberikan setoran ini bukan sebuah hal yang harus dimulai dengan hal besar, namun poin ini bisa dimulai dari hal terkecil. Selain itu, sebagai pemimpin kitapun dituntut untuk menjadi pelayan” bagi orang lain.
The True Leadership, saat debit kebaikan lebih besar dari penarikan, maka bersiaplah hidup kita akan sangat berarti.

Memiliki Kompetensi
Untuk menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya berdasarkan pengalaman masa lalu saja, namun dibutuhkan juga sebuah kompetensi yang harus dikembangkan. Karena kebutuhan pada masa yang akan datang selalu berubah sesuai dengan bergulirnya zaman. Kompetensi yang dimaksud diantaranya berbicara tentang bakat pribadi. Hal ini bisa dilakukan dengan banyak membaca buku-buku literatur, menulis, mengikuti seminar, dan aktifitas lain yang dapat meningkatkan kompetensi.
Memiliki kompetensi erat kaitannya dengan sejauh mana kita menyediakan waktu untuk pengembangan diri. Bisa diibaratkan seperti battery, ketika battery low maka tidak akan mampu memberikan manfaat maksimal kepada sistem yang berjalan. Begitu pun dengan manusia, ketika manusia dalam kondisi low sangat dimungkinkan ia tidak bisa lagi melakukan aktifitas dengan maksimal. Sehingga, perlu adanya up grade kompetensi untuk memaksimalkan peran sebagai pemimpin. Semakin besar kompetensi, semakin besar peluang kebaikan yang tertanam.

Mampu menjelaskan
The True Leadership, ia harus mampu menjelaskan kemana arah sebuah organisasi akan berlabuh. Ia harus mampu menjelaskan bagaimana sebuah problema harus diselesaikan. Pemimpin yang memiliki peran sangat sentral, harus memiliki kemampuan menjelaskan. Sehingga wajar Anis Matta ketika berorasi tentang peradaban, beliau mengungkapkan bahwa hal yang harus dimiliki adalah narasi yang kuat.
Menurut Satria Hadi Lubis, ada lima hal yang perlu diperhatikan dalam menjelaskan suatu hal yaitu CLEAR (Clear /  jelas, Logis, Ekspresif, Argumentatif, dan Runut).
The True Leadership, bak nahkoda yang akan menjalankan kapal. Kemana kapal akan berlabuh, saat itu pula nahkoda mengambil perannya.

Memerhatikan Penampilan
Penampilan untuk sebagian orang menjadi hal yang tak serius untuk menjadi perhatian, karena dengan alasan kebebasan individu mereka mengekspresikan apa yang mereka inginkan. Seperti halnya seorang seniman, ia berpenampilan semaunya dengan kaos oblong, sandal jepit dan hal lainnya yang membuat mereka menjadi diri mereka. it’s ok, hal itu tidak masalah. Akan tetapi bisa saja menjadi masalah saat seorang leader berpenampilan ala kadarnya. Karena dia adalah panutan bagi setiap bawahan atau siapapun yang dipimpinnya.
Penampilan tidak harus mahal, yang penting bersih dan rapi, untuk masalah pakaian ataupun aksesoris lainnya yang memiliki brand cukup ternama tidak usah menjadi pikiran jika tiada budget. Rasulullah telah mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menjaga penampilan. Bagaimana beliau memakai parfum, merapikan janggut dan bahkan memerintahkan untuk mencukur bulu ketiak agar menjaga bau badan yang dapat membuat orang lain tak betah berada di dekatnya.
The True Leadership, Penampilan bukanlah utama, akan tetapi sebagai seorang pemimpin yang akan menjadi sorotan, hendaklah lebih memerhatikan penampilan sebagai first impression orang lain yang memandangnya.
 

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator