Ditulis oleh :

Bandung, 21 September 2013         

“Plaak…!”
            “Aww”
            Aku meringis, dengan spontan tanganku meraba pipi kiri yang telah menjadi korban sebuah tamparan kasar dari tangan seorang laki-laki bertubuh kekar, untuk kesekian kalinya tamparan itu dihadiahkan oleh dia yang katanya menyayangiku. Tapi kenapa menamparku?.
            Aku melihat sepasang bola mata yang seolah menyampaikan pesan bahwa aku lah yang bersalah dan pemilik bola mata itu tak suka dengan apa yang telah kulakukan, tapi apa kesalahan yang telah kulakukan?.
            “Abah sudah mendengar laporan dari Kang Deni tentang kamu, An!”
            Abah, laki-laki yang hampir berumur lima puluh tahun itu meninggikan suaranya, beruntung sekali saat suaranya yang menggelegar keluar saat itu pula jam salendro di kamarku berdentang nyaring empat kali, sehingga tak akan tertangkap oleh telinga Emak yang sedang memasak makanan untuk makan malam di dapur, kalau saja Emak tahu ia pasti berlari ke kamarku mencari tahu apa yang terjadi.
            “Kang Deni? Tentang apa, Bah?”
            Tanyaku takut-takut dan pura-pura tak tahu. Tadi siang aku tak memperhatikan Kang Deni yang sedang menjelaskan pelajaran Tata Hidang di restoran sekolah, bukan hanya siang tadi, tapi kemarin dan kemarinnya lagi aku tak tertarik untuk mempelajarinya padahal pelajarannya akan muncul di ujian kompetensi beberapa bulan yang akan datang, aku lebih tertarik dengan kompetisi menulis di sebuah perusahaan travel yang hadiahnya jalan-jalan ke Alexandria!.
            “Sudahlah, Abah tahu kamu mengerti masalah ini, Abah bisa baca apa yang ada di pikiranmu sekarang”
Begitulah Abah, orang yang darahnya mengalir dalam tubuhku itu memang selalu tahu apa yang ada dalam benakku. Samar aku mendengar tarikan nafas Abah seperti mencoba mengeluarkan beban pikiran, ia masih mEmakai pakaian kerjanya, kaos bergambar logo sebuah partai politik yang sudah mulai pudar warnanya dan celana pendek di bawah lutut yang juga tampak kotor oleh percikan lumpur sawah, Abah bekerja sebagai seorang buruh tani.
“Ma’af, Bah!”
Aku menunduk, aku tak sanggup menatap wajahnya, dan aku juga tak sanggup mengatakan pada Abah kalau aku tak menyukai sekolahku yang satu ini, sekolah pariwisata. Abah lah yang mendaftarkanku ke sekolah pariwisata itu karena Abah menginginkan anaknya bekerja di pelayaran, kata Kang Deni—tetangga sekaligus guru di sekolahku—bekerja menjadi koki atau pun pelayan di sebuah kapal pesiar gajinya besar dibandingkan bekerja di restoran di darat.
“Abah tak mau mendengar kamu seperti itu lagi dari Kang Deni”
Hhh, aku benci Kang Deni, kenapa ia selalu melaporkan semua kelakuanku pada Abah? Seperti mata-mata saja.
Abah hanya bisa menyekolahkan aku di sana, sekolah yang lain sangatlah mahal dan tak sanggup untuk keluarga kami yang hanya keluarga buruh tani.
“Baik, Bah”
Aku tak biasa berbicara dan mengobrol banyak dengan Abah, makanya aku hanya bisa mengatakan “baik”, aku belum bisa mengatakan keinginanku ikut kompetisi itu. Tak sanggup berhadapan dengan sikap Abah yang selalu keras.
Ah, aku harus menyelesaikan novelku, deadline lombanya tiga bulan lagi dan akan diumumkan satu bulan setelah itu. Aku melirik Abah yang hendak beranjak dari kamarku. Sebenarnya aku ingin Abah mengetahui juga aku sedang menulis sebuah novel tentangnya untuk dilombakan, dalam benakku sudah terbayang-bayang bagaimana indahnya Alexandria dengan Qait Bay Citadel dan Bibliotheca Alexandria-nya.

# # #

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator