Ditulis oleh :

Bandung, 21 Mei 2014

Mataku bolak balik ke kanan dan ke kiri seperti bocah yang kebingungan mencari alamat. Telunjukku ikut menyisir mading, tapi nama Andri tak kunjung aku temukan.
“Gimana An, hasil ujiannya?”
Kang Deni datang dan merangkul pundakku.
“Iya nih Kang, kok namaku belum ketemu, ya?!”
Aku bingung dan khawatir takut tak lulus.
Saat itu aku hanya memperhatikan barisan nama siswa yang ada di absen belakang. Karena aku merasa tidak mungkin aku mendapatkan nilai yang sejajar dengan orang-orang yang selalu juara kelas.
Adi yang juga mencari namanya, kaget ternyata nama “ANDRI” berada di posisi teratas dengan nilai paling.
“Selamat, kamu layak mendapatkan tiket ke Alexandria!”
Ujar Kang Deni seraya menyalamiku. Rupanya Kang Deni sudah tahu hal ini.
“Kamu juara umum, An”
“Masa?, gak mungkin, ah”
Aku pun melihat sendiri, lembar kertas teratas itu dengan 30 baris nama siswa-siswi kelas tiga, di angka satu ternyata nama “ANDRI”. Aku pun bingung, ragaku seperti tertimpa sekarung beban. Berat! Kakiku mulai lemas, tubuhku ringkih. Aku terjatuh tersungkur “Ya Allah, terima kasih” seketika airmataku berlinang tak tertahan. “Abah, aku juara umum” gumamku dalam hati.
Mulutku tak henti-hentinya mengucapkan hamdalah. Seketika teman-temanku mengucapkan selamat, guru-guru juga demikian. Aku sempat tidak percaya, karena dikelas nilaiku standar saja.
Aku pun pulang untuk sampaikan kabar gembira ini ke Emak.
“Mak… Mak… dimana? Aku pulang, Mak!”
Siang itu rumah terasa kosong, Emak tak jawab salam ku. Aku kira Emak sedang keluar belanja untuk makan sore ini.
Akan tetapi saat aku kekamar Emak, ternyata Emak sedang terbaring di tempat tidur. “Oh, Emak disini! Mak, Andri ada kabar baik, aku juara umum, Mak, aku bisa pergi ke Alexandria”
Emak tak kunjung menjawab ucapanku, ia tetap menutup matanya. Perasaanku mulai tak enak, aku tidak biarkan pikiranku terlalu jauh pada Emak. Mungkin Emak sedang kecapean. Aku coba bangunkan Emak dengan mengusik tangan Emak
“Mak.. aku semakin keras mengusik bahunya. Aku terdiam, tubuhku terjatuh dengan muka tertelungkup pada tangan Emak.
Lambat laun air mataku keluar, “tidak mungkin…tidak mungkin Emak!!!” aku mencoba melawan diriku, menggelengkan kepala.
“Emak… bangun, Andri pulang. Mak!”
Tak ada sahutan dan desahan nafas dari Emak. Emak pergi menyusul Abah.

# # #

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator