Ditulis oleh :
"Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal."
(Harun Ar rasyid)

Membangun Indonesia merupakan pekerjaan yang tidak bisa dilaksanakan oleh satu atau dua orang saja. Bangsa yang besar ini, tidak bisa dibebankan hanya kepada seorang pemimpin juga. Membangun Indonesia membutukan peran semua orang dan peran semua kalangan. Melaksanakan tanggung jawab dan peran pada bidangnya masing-masing. Mulai dari kalangan alit hingga kalangan elit, dari kalangan rakyat hingga kalangan pejabat.

Indonesia merupakan bangsa yang besar, dengan jumlah penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah. Ini menjadi kelebihan yang harus dikelola dengan baik. Sudah 67 tahun usia Indonesia dalam mengelola negeri pertiwi. Pertanyaannya adalah sudah sejauh mana Indonesia memaksimalkan kelebihan yang dimilikinya untuk kesejahteraan negeri dan rakyat?. Hal ini menjadi evaluasi besar yang harus diselesaikan. Sumberdaya alam yang ternyata dimiliki oleh pihak asing dan lain sebagainya. Sedih, karena Indonesia menjadi tamu dinegeri sendiri dan menjadi pembantu dinegeri sendiri.

67 tahun perjalanan Indonesia menuntut Indonesia terus menjaga stabilitas negeri untuk kesejahteraan rakyat. Meningkatkan pengokohan setiap lini untuk tantangan masa depan. Paling tidak ada tiga hal basis pengokohan menuju Indonesia lebih kokoh yaitu pengokohan individual, structural, dan pengokohan social.

Pengokohan Individual
Dalam rangka mengokohkan Indonesia, maka perlu sumbangsih setiap orang. Baik secara personal ataupun organisasional. Transformasi menjadi jawaban akan hal itu. Setiap orang perlu melakukan transformasi diri untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik menuju Indonesia yang lebih maju dan kokoh.

Transformasi itu sendiri harus diikuti dengan penguatan komitmen, mental, dan tanggung jawab dalam menjalankan aturan dan tanggung jawab yang telah diberikan. Kebobrokan komitmen, mental, dan tanggung jawab membawa kebobrokan besar pula pada Indonesia. Tidak sedikit polemik yang terjadi diindonesia yang diperankan oleh personal. Baik itu anggota dewan, bupati, para pejabat, dan sejenisnya.

Sederhananya perilaku KKN misalnya, hal itu sangat kental sekali diIndonesia, dari orde baru hingga saat ini masih kerap terjadi. Ini bukan dampak dari aturan pemerintah yang salah ataupun regulasi yang jelek. Justru aturan-aturan diindonesia itu sangatlah cukup sempurna, akan tetapi aplikasinya yang harus dibenahi. Hal itu kembali kepada komitmen, mental dan tanggung jawab kepada personal untuk menjalankan perannya dengan baik dan bersih.

Transformasi diri yang perlu dilakukan oleh setiap individu dan masyarakat, tidak lepas dari peran pemerintah juga dalam memberikan fasilitas dan edukasi. Sehingga masyarakat tidak semakin terbelakang. Hal ini menjadi bagian dari mata rantai pembangunan Indonesia menuju masyarakat cerdas. Dengan adanya masyarakat yang teredukasi, maka akan muncul komitmen masyarakat dalam menjalankan aktifitas pembangunan untuk indonesia.

Transformasi diri menuju mental yang kuat juga perlu dibangun dikalangan masyarakat. Misalnya, pada kalangan masyarakat miskin, membangun paradigma mental optimis sangat dibutuhkan. Maksud saya jika masyarakat itu miskin jangan sampai muncul mental masakin/peminta. Sehingga kemiskinan itu membawa kepada kehinaannya sendiri. akhirnya mereka menari menikmati diatas kehinaannya. Sebagai contoh dampak kemiskinan yaitu banyak orang tua mengintimidasi anaknya untuk mencari nafkah, mereka rela dijalanan untuk meminta-minta, dan lain sebagainya. Kita tidak bisa menyalahkan mereka, namun kita sebagai masyarakat yang berpendidikan bisa membantu mereka dalam pengembangan ekonomi atau paling tidak menumbuhkan paradigma optimism hidup. Sehingga mereka dapat menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan jalan yang lebih terhormat. Transformasi mental bukan hanya pada masalah ekonomi saja. Melainkan pada bidang-bidang lainnya juga. Jika kita melihat sejarah kepemimpinan umar bin abdul aziz, bahkan saat itu tidak ada lagi orang miskin yang kelaparan. Bahkan pemerintah saat itu bingung dengan zakat yang begitu banyak dan kemana harus mereka salurkan. Sebetulnya pada saat itu bukan tidak ada kemiskinan. Akan tetapi saat itu orang-orang miskin yang kekurangan, mereka lebih menginginkan kehidupan terhormat dengan tidak menjadikan mental penerima dan tidak meminta-minta. Seandainya mental masyarakat Indonesia seperti ini, saya yakin Indonesia akan semakin terdepan dan mandiri. Hal itu bisa saja diwujudkan pada masyarakat dengan dibantu oleh lembaga-lembaga kemanusiaan, lembaga zakat, ataupun pemerintah dengan mengadakan agenda training-training keluarga.

Selanjutnya trasnformasi diri pada tanggung jawab. Berbicara tanggung jawab artinya kita berbicara amanah. Setiap amanah pasti akan dimintai pertanggung jawaban. Bukan hanya tanggung jawab didunia melainkan tanggung jawab akhirat. Tingkatan paling sederhana dari tanggung jawab ini adalah tanggung jawab terhadap diri sendiri. didunia memang banyak orang yang pandai berkelit. Namun perlu diingat diakhirat itu sangat sia-sia.

Pengokohan Struktural
keberadaan partai politik diindonesia merupakan konsekuensi dari adanya demokrasi. Panggung pemerintah tidak lepas dari kontrol partai politik itu sendiri. kabinet Indonesia bersatu jilid II ini yang kini dipimpin oleh Bpk. Susilo Bambang Yudhoyono merupakan sebuah formasi dari parpol-parpol yang telah ada.

Pengokohan structural yang dimaksudkan adalah bagaimana para pejabat yang berada diranah struktural bekerja dengan baik dan mengelola pemerintahan dengan penuh tanggung jawab. Karena mereka adalah perwakilan yang sudah dipercayakan oleh rakyat. Benar, Apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan tergantung dari presidennya. Sehingga pengokohan struktural perlu banyak evaluasi dan ini menjadi agenda penting dari presiden itu sendiri. jangan biarkan kepentingan golongan berdiri diatas kepentingan masyarakat. Sehingga banyak terjadi penyimpangan-penyimpangan yang merugikan rakyat seperti KKN.

Pengokohan Sosial
Peran membangun Indonesia bukan hanya dilakukan oleh pejabat yang ada pada structural saja. Melainkan. Adanya peran lain dari kalangan social yang mampu menggerakan masyarakat. Kita bisa katakan mereka adalah figure atau tokoh yang dipandang oleh masyarakat. Peran inilah yang sangat penting untuk dimunculkan. Sehingga hal itu bisa menjadi alternative saat terjadinya krisis kepemimpinan di indonesia. Adanya sinergisitas pembangunan dari structural dan social akan membawa dampak besar kepada masyarakat Indonesia.  Peran media menjadi sangat penting dalam memunculkan banyak tokoh atau figur.

Kita berkaca kepada perjalanan dakwah rosululloh SAW, ketika rosululloh mampu mengelola dengan baik antara structural organisasional dengan social. Kita bisa katakan muhajirin menjadi basis struktural yang kokoh yang menggerakan organisasional. Anshor menjadi basis social yang begitu kuat dengan tokohnya abdurahman bin auf salah satunya. Bahkan sejarah kenabian memperlihatkan para tokoh-tokoh disekitarnya begitu sangat berpengaruh dan banyak jumlahnya. Mereka bekerja dengan tanggung jawab yang besar sehingga sinergisitas itu menjadikan islam menjulang dari timur ke barat. Inilah pengokohan social yang menjadi rahasia selanjutnya dalam membangun negeri.

Dari hal ini menunjukan bahwa dalam membangun dan melaksanakan rencana pembangunan Indonesia harus memelihara kekokohan disetiap peran. Tetap merujuk pada GBHN yang menjelaskan arah dan cita Indonesia kedepan. Sehingga sampai kepada Kesimpulan bahwa untuk mengokohkan Indonesia dalam mencapai rencana pembangunannya, paling tidak ada tiga hal yang harus menjadi agenda bersama yaitu pengokohan individual, pengokohan struktural, dan pengokohan social. Hal itu akan menjadi basis kebangkitan Indonesia menuju negeri indah full barokah. Walahua’lam

Dimuat dalam buku Belajar Merawat Indonesia, seri Kepemimpinan Alternatif, Beastudy Dompet dhuafa.

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator