Ditulis oleh :
Alangkah seringnya,
Mentergesai kenikmatan itu
Membuat detik-detik di depan terasa hambar
Kelezatan itu akan hilang
Dari orang yang terpenuhi tuntutan syahwatnya
Yang haram
Yang tersisa hanyalah dosa dan hina
(Salim A Fillah)


Sebuah Nama, Sepotong Cinta

Pernahkah kita berfikir bahwa saat ini ada seseorang yang tidak kita ketahui, secara diam-diam menyematkan nama kita dalam bait-bait doanya, Bahwa kita adalah salah satu pribadi yang dinanti-nanti oleh seonggok manusia itu?

Betapa sakit rasanya, jika nyatanya kita yang selalu menjadi bagian dari hati dan doa seseorang, menghiraukan diri untuk bertindak seenakmu dewek, sekarepmu, untuk menikmati masa lajangnya dengan mencoba-coba dengan mudah melontarkan kata suka atau cinta pada lawan jenisnya.

Ingat ini hati bukan halte!, tidak ada aturan sekeinginan kita untuk singgah dan pergi begitu saja. Apakah saat sebuah papan yang kita paku, kemudian paku itu kita cabut, bekasnya akan hilang begitu saja? Bagaimana bagian yang sudah berlubang? Ditambal? Kalau pun ditambal, apakah setelah itu ia tidak menyisakan bekas?

Ijinkan saya berikan penghormatan untuk mereka yang istikomah menjaga dirinya dan sepenuhnya menyerahkan urusannya kepada Allah. Mereka yakin bahwa skenario-Nya lebih indah dari skenario manusia. Rencana-Nya lebih indah dari rencana manusia. Ia serahkan diri pada keputusan-Nya.

Sederhananya adalah kita hargai mereka yang selalu membentengi dirinya, untuk calon kekasih terbaiknya kelak. Mereka yang selalu menanti dalam kesabaran, dalam kesendirian dan dalam keikhlasan. Hargai!

***

Upaya Cinta

Cinta bukanlah kata benda, atau kata sifat. Ia adalah kata kerja yang harus diusahakan dan diupayakan. Jika dikatakan cinta itu seperti Rizki, perlu diupayakan dan dijemput, maka kita diberikan kewenangan oleh Allah untuk menentukan bagaimana kita menjemputnya.

Saya pernah berdiskusi dengan salah satu rekan saya, kemudian saya katakan "akhi apakah harus dengan pacaran dulu jika akan memilih seseorang?". Rekan saya menjawab "kita kan gak mau beli kucing dalam karung!". seketika saya berfikir. Apakah memang harus seperti itu? . setiap orang memiliki pandangannya masing-masing. semoga Allah tetap merahmati setiap pandangan kita akan suatu hal.

Akan tetapi izinkan saya untuk menyampaikan bahwa jika alasan beli kucing dalam karung menjadi alasan, maka saya kurang sepakat! logisnya begini, jika kucing itu berada dalam karung, apakah lantas kita membukanya, memegangnya, melihat-lihat semua sisinya dan jika tidak cocok kita serahkan kepada pemiliknya? apa reaksi pemiliknya? barang sudah rusak tuan!. "dont be accept if Seal is Broken"

saya tidak katakan rusak secara fisik saja, melainkan adalah rusak secara internalnya (tragedi hati). anda Fikir tidak ada hati yang sakit atau rusak setelah kucing dikembalikan dalam kondisi tidak seperti semula?. karena ini masalah hati yang menjadi ladang persinggahan belaka.

Sebuah pertanyaan untuk sahabat pembaca "pernahkah berpacaran? putus tengah jalan? lalu apa yang telah didapatkan?. Kini setelah sahabat tahu dan sadar, apakah kemashlahatan yang lahir atau kemudharatan?. saya tidak tahu apakah penyesalan atau kebanggaan. Namun jika penyesalan, maka mulailah kembali pada nasihat langit untuk membenahi diri sehingga menarik sebaik-baik pasangan yang akan bersama-sama menuju kemuliaan-Nya.

Semoga kita senantiasa Allah bimbing dengan petunjuk yang baik menuju kemuliaan yang baik.

Mari kita renungkan kembali, 

“dan wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik… (QS. An Nur 26)

sebagai kabar baiknya, Allah sudah mempersilahkan kepada kita untuk memilih pasangan yang dicintai dan disukai. Tinggal bagaimana kita menjemput sang kekasih.

***

Getar Jiwa

Secara tiba-tiba makhluk yang satu ini datang mengetuk jendela hati. Si makhluk merah jambu itu bak jelangkung datang tak diundang. Singgah begitu saja!

Ada sosok yang tersimpan dalam lubuk. Ada bayang yang menari-nari diatas kepala. Ada rindu yang menggebu di dalam kalbu. Aduh seswatuu hee.

Saat bersapa, ada dawai yang terpetik, ia pun berdenting kencang. Saat berlontar kata, ada tabuh yang riuh. Membuat jantung berlari lebih kencang dari biasanya. Ada senda gurau pengubat duka. Keramaian sontak berubah sepi. Semilir angin seolah berhenti. Rasanya hanya ada aku dan dia!

Menukil perkataan Mario Teguh, “kita itu mencintai konsep. Konsep keidealan yang kita punya kemudian Nampak pada orang itu. Akhirnya kita menyukai orang itu. Cinta itu bukan hanya sebatas cinta dan romantika. Disana ada tanggung jawab yang harus dibagi. Jadi cinta adalah tanggung jawab”

***

Simpanlah itu untuk yang halal bagimu

Hebatkan diri, pantaskan diri, perbaiki diri, untuk menarik sebaik-baik pasangan. Kita boleh manaruh target siapa yang kita cintai, tapi tetap tuhan yang menentukan. Nasihat Mario Teguh tersebut menjadi salah satu pengingat yang tepat untuk kita, sehingga tak ada hina yang menganga menanti kita dihujung sana.

Jangan sampai kita seperti yang dikatakan oleh asy Syaikh Ali Ath Thanthawi, “Engkau berkata kepada pencuri silahkan masuk…! Setelah kecurian, barulah engkau sadar, kemudian engkau berteriak “tolong…tolong…, aku kecurian !” . 

Mungkinkah romantisme yang dibangga-banggakan sejak awal, penuh keceriaan, penuh gelak tawa itu membawa penyesalan? diawal menghiraukan nasihat-nasihat langit yang disampaikan. Memberontak saat diingatkan. Kini semua kembali pada pesan-pesan langit.

“dan wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik… (QS. An Nur 26)

Kasih! Bantu aku menjaga diriku, hingga waktunya tiba kita layangkan ia dengan sunggingan senyum syukur, “selamat datang cinta”. Bersama senyum hangat itu, Allah hadapkan kita pada seorang kekasih pilihan-Nya, berdua merayakan cinta. 

Senyuman, tatapan, sentuhan, candaan, semua menjadi keberkahan yang mengganti kesabaran panjang. Barakallahu lakuma wabaraka ‘alaikuma Fii Khair

Inilah kebaikan, inilah taman cinta yang dijanjikan-Nya milik kita berdua. Wallahua’lam

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator