Ditulis oleh :
Semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata.
Woodrow Wilson

Hari itu saat saya semester muda dikampus, saya mencoba menulis beberapa mimpi saya, lambat laun Allah wujudkan mimpi-mimpi itu bercahaya dan terwujudkan. Seperti mentari yang menunjukan kecerlangannya. Tidak pernah terbesit untuk mengalah dengan keterbatasan. Namun dalam keterbatasan, kata anis matta akan selalu ada peluang dan cahaya terang.

Mewujudkan mimpi dan cita hanya berbicara tentang nafas. Sejauh mana nafas kita menghembus, maka sejauh itu pula nafas itu menentukan hingga mimpi yang mana kita akan mewujudkannya. Kita lah yang menentukan sampai deretan mimpi yang mana yang akan kita gandeng. Seperti ungkap Woodrow Wilson, semua orang adalah pemimpi. Mereka melihat segalanya bagaikan kabut lembayung pada musim semi, atau sebagai api yang membakar pada malam musim dingin. Beberapa dari kita membiarkan suatu impian mati, namun yang lain memupuk dan melindunginya, merawatnya dalam hari-hari buruk hingga membawanya ke sinar matahari dan juga cahaya yang selalu menghampiri mereka yang selalu berharap impiannya akan menjadi nyata.

Dunia memang unik. Mengapa? karena dunia tak seindah bayang pikiran sekilas. Memang setiap langkahnya akan melahirkan kelelahan, seperti api yang melahirkan panas. Siapa yang berani menyalakan api, maka ia berani untuk menikmati panas.

Sudah banyak kisah dan cerita yang hadir dalam beberapa buku, atau pun diceritakan oleh para motivator dan pembicara bahwa hidup tidaklah instan. Diantara deretan kisah kesuksesan seseorang meraih mimpinya, mereka menjadikan Kesulitannya sebagai sahabat dalam perjuangan dan kawan dalam penderitaan.

Analoginya seperti dua orang yang menyuguhkan kopi. keduanya sama-sama kopi, yang satu ia mulai dengan mengambil kopi dan gula kemudian ia takar sendiri lalu ia seduh dan aduk kemudian ia suguhkan. yang kedua ia hanya mengambil kopi kemasan dan langsung seduh kemudian disuguhkan. Apa yang membedakan? sekalipun rasa kopi instan itu lebih nikmat, akan tetapi disisi lain ia tidak memahami bagaimana meracik. Meracik inilah yang jarang kebanyakan orang ingin lalui dan nikmati. Lebih banyak orang yang menginginkan kehidupan instan seinstan kopi. Inilah yang menjadikan banyak orang terlihat hebat tapi ia tidak memahami pilar-pilar dari keterhebatannya.

Tahu dan faham adalah dua hal yang berbeda. Tahu hanya sampai pada kata mengetahui, mengenal dan mengingat saja. inilah yang disampaikan muhammad fauzil adhim sebagai kemampuan kognitif terendah dari seseorang. Sedangkan satu tingkat diatasnya adalah faham, hingga kepada aplikasi, selanjutnya analisa dan penilaian.

tidak ada yang instan. Mari, nikmati proses karena dibalik proses akan banyak kesadaran yang membuat kita semakin bersyukur.

Catat dan yakini, bahwa tuhan kita Allah SWT senantiasa bersama prasangka hambaNya. Pertanyaan sederhana, Apa yang dirasakan jika diantara mimpi yang dicatat dalam kesendirian, yang ke duanya adalah Allah? Wallahua’lam

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator