Ditulis oleh :

Kejarlah ilmu, cinta kau dapat. Begitulah kurang lebih perkataan kang abik dalam salah satu tulisan di majalah islam (lupa lagi nama dan edisinya :))

sahabat pembaca yang saya cintai dibelahan dunia manapun. Pernahkah anda berfikir atau mungkin menjalani juga, setelah lulus kuliah Strata 1 kemudian kuliah lagi di Strata yang sama? Kebanyakan lanjut s2 atau kerja atau langsung menikah.

Disaat semua kawan-kawan saya setelah lulus dari kampus, mereka rata-rata langsung bekerja dan menyambut episode selanjutnya; berkeluarga. saya memutusakan untuk melanjutkan pendidikan kembali di Strata yang sama, hanya beda kampus dan jurusan saja. Akan tetapi setelah lulus tidak langsung mendaftar, Saya menikmati masa-masa membangun bisnis saya selama 8 Bulan, Kini masih berjalan. Disaat kawan-kawan setiap bulan menadapatkan gaji rutin dan selalu ngalir tiap bulan, saya mah Alhamdulillah Allah berikan kesempatan menikmati pahit getirnya membangun bisnis. yah, meskipun gak kososng-kosong amat dompetnya :)

Saya pun pernah menikmati kerja di salah satu NGO dan hanya bertahan tiga bulan saja. Ternyata bagi saya kerja itu gak enak. Saat saya bekerja, jiwa saya merasa ada yang kurang.

Awalnya memang saya sudah memutusakan untuk tidak bekerja. Saya lebih memilih untuk berwirausaha. Bisnis yang sedang saya bangun adalah -pesantren kambing-, Sebuah Brand peternakan yang saya berikan bumbu dapur, eh bumbu inovasi dengan sedikit sistem ekonomi syariah. Kebetulan dulu saya pernah kuliah di ekonomi islam (Sharia Economics and Banking Institute) jurusan manajemen. Namun waktu itu keinginan orang tua adalah membangun kamar mandi di rumah, dan seumur-umur belum terwujud. Saat itu saya sadari dengan kondisi bisnis saya yang masih kecipak-kecipuk belum mampu memberikan uang lebih. Disisi lain, harapan orang tua atas saya adalah melihat anaknya bekerja dan mendapatkan gaji, akhirnya saya memutuskan untuk merasakan kerja dulu.

yah, ketika saya harus memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang. Setelah selesai kerja (3 Bulan), Awalnya saya akan menikah dan meminang seseorang. Namun ternyata Allah punya rencana lain. Saya belum diberikan titik temu. Kalo di ekonomi titik equilibrium, titik dimana keseimbangan pasar terjadi. hee

yah, ketika saya harus memilih jalan yang berbeda dari kebanyakan orang. akhirnya saya mendaftar kuliah di salah satu sekolah tinggi di lembang dengan mengambil jurusan politik islam. Disinilah episode dua kehidupan saya dimulai.

Tentang menjemput Masa Depan
 
Muncul pertanyaan, Ngapain kuliah? Banyak yangg gak kuliah juga sukses. Mungkin beberapa kepala berungkap demikian. Namun hal itu kembali pada pilihan hidup dan cara pandang masing-masing. Gakda yang salah, yang salah yang gak mau belajar. Belajar bisa dimana saja. Bahkan disekolah kehidupan paling utama.

Cari gelar? Mending urungkan niatnya. Yg wajib itu menuntut ilmu bukan ijazah, bukan pula gelar. Anda gila gelar? Ngapain udah pernah kuliah, kuliah lagi. Ambil waktu dan strata yg sama lagi? Ini bukan ttg pernah atau belum. Bukan tentang tingkat. Tapi tentang ilmu. Bukankah dulu para ulama sampai rela habiskan hidupnya untuk mengejar ilmu. Untuk apa? Jika bukan untuk peradaban masa akan datang.

Bukankah, Allah sudah sampaikan. Menuntut ilmu itu wajib. Bukankah Allah tegaskan bahwa ia akan meningkatkan derajat orang berilmu. Bukankah kita sering berdoa "waj'alna lilmuttaqina imama" apakah tanpa ilmu? Apa konsekuensinya jk tak berilmu? Kehancuran! Bukankah amal tanpa ilmu akan tertolak dihadapan Allah? 

Mari jangan henti untuk menuntut ilmu. Tak harus pada jalur formal saja. Dimanapun bisa! Itu hanya ttg pilihan hidup. Terserah anda Paling tdk bersama ilmu, kita akan mengatur beban hidup kita lebih baik. Anggap saja berat badan anda 60kg. Artinya anda sudah menjadi beban bumi 60kg. Jika tak berilmu, akankah anda tambah beban anda? 

Jika kita yakin Allah akan hadiahkan kejutan yang tak diduga dan lebih memesona. Termasuk seperti yg dikatakan kang abik "kejarlah ilmu, cinta kau dapat". Ingat. Setiap hal yg menimpa kita maka ada maksud tuhan dibaliknya. Nantikanlah maksud itu dengan sabar dan istiqamah. 

Lebih baik kita kehilangan masa muda, daripada kehilangan masa depan!

Entri Populer

Jago Desain Creative Design And Branding
About Us
Powered by Blogger.

Sidebar Ads

x
- WHO AM I ? - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, WANT TO KNOW MORE ABOUT ME ?SCROLL DOWN
A LOREM IPSUM DOLOR
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.
The Story of MeI already know the world of graphic design since 2012 and has studied since the beginning of 2013, when it was first introduced graphic design I am very happy and excited to learn I feel this is where my passion. It is very difficult for me to learn graphic design because I am a autodidact not there are teachers who guide and teach me, though only armed with science and tutorials of other graphic designers on the internet I can attest that the quality of my design is same as the graphic designer who studied in college, although unsuccessful I will continue to try and try again.Download My Resume PDF
- SPECIALIST SERVICE - Graphic DesignPrint DesignPackaging DesignLabeling DesignLayout DesignTypographicInfographicVector DesignPoster DesignWeb DesignShirt Designlogo & Stationery DesignID Card DesignInvitation Design
- My Skills -
HTML/CSS
Jquery/PHP
Photoshop
CorelDRAW
Illustrator